Kasus Pembunuhan Calon Kades di Ogan Ilir Terungkap, Pelaku Ditangkap

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi akhirnya mengungkap kasus pembunuhan terhadap AR (54), calon kepala Desa Betung II, Lubuk Keliat, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Seorang pelaku telah ditangkap.

Kasus ini terungkap empat bulan setelah peristiwa pembunuhan itu. Proses penyelidikan berlangsung cukup lama karena banyak kendala, termasuk keterbatasan saksi.

Kasatreskrim Polres Ogan Ilir AKP Regan Kusuma mengungkapkan, pelaku adalah seorang pria inisial RM yang berusia sekitar 40-an tahun. Pelaku diamankan di Desa Betung II.

"Benar, pelaku sudah diamankan, inisial RM di Betung II," ungkap Regan, Jumat (18/11).

Pelaku Masih Diperiksa

Namun, polisi belum mengungkap motif pembunuhan dan petunjuk sehingga penangkapan dilakukan. Regan menyebut saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan.

"Masih kita lakukan pemeriksaan," kata Regan singkat.

Diberitakan sebelumnya, AR (54) tewas dengan banyak luka bacok dan luka tembak. Peristiwa itu bermula saat pintu rumah korban diketuk orang, Rabu (20/7) waktu Subuh. Meski dilarang istrinya karena mencurigakan, korban tetap membuka pintu dan menemui pelaku.

Begitu keluar rumah, korban langsung ditembak sebanyak dua kali dan dibacok. Korban tewas di tempat, sedangkan pelaku langsung melarikan diri ke hutan.

Pengungkapan kasus ini memakan waktu cukup lama. Beberapa waktu lalu, Regan menyebut banyak faktor yang menyebabkan kasus ini sulit terbongkar dan utamanya adalah minimnya orang yang bersedia menjadi saksi untuk menceritakan pengetahuannya terkait tindak pidana pembunuhan itu.

"Masih banyak masyarakat, khususnya yang ada di sekitaran TKP, tidak mau memberikan keterangan. Itu kendala kami," kata Regan beberapa waktu lalu.

Padahal, keterangan saksi-saksi menjadi bekal penyidik dalam melakukan penyelidikan dengan mengonfrontir barang bukti atau temuan lain di lapangan. Penyidik tidak begitu sulit memetakan dugaan yang muncul jika warga kooperatif.

Kronologi Pembunuhan

Kapolsek Tanjung Batu AKP Sondi Fraguna mengungkapkan, korban menerima telepon dari seseorang yang dikenal dan terjadi salah paham sesaat sebelum kejadian. Korban kemudian keluar rumah dan sudah ditunggu terduga pelaku yang diduga sudah merencanakan pembunuhan.

"Korban sempat adu mulut dengan seseorang melalui telepon sebelum keluar rumah dan dibunuh. Karena itu kami kaji kaitan antara dua kejadian itu," ungkap Sondi belum lama ini.

Dari keterangan, istri korban menyaksikan ketika suaminya dikejar pelaku begitu keluar rumah. Pelaku yang mengenakan topeng atau penutup wajah membawa senjata tajam dan senjata api.

Saat dikejar, korban ditembak pelaku sebanyak dua kali dan membacoknya berkali-kali hingga terkapar. Korban tewas di tempat dengan luka tembak di dada dan pinggul, luka robek di rahang, dua luka bacok di perut, dan tiga luka di tangan.

"Istrinya melihat langsung, setelah itu pelaku kabur," ujarnya.

Dari keterangan sejumlah saksi, korban cukup diperhitungkan dalam pilkades. Sebab, dia aktif dalam kegiatan Karang Taruna di desanya. [yan]