Kasus Pencurian Ban Serep di Tol Jakarta-Cirebon Terungkap, Pelaku Beraksi 150 Kali

Merdeka.com - Merdeka.com - Kasus pencurian ban serep truk di sepanjang Jalan Tol Jakarta Cirebon berhasil diungkap Polres Indramayu. Kapolres Indramayu AKBP Lukman Syarif menuturkan pelaku biasanya menyasar truk yang sedang beristirahat di rest area.

"Para pencuri ini menyasar ban serep truk yang sedang beristirahat di jalan tol," kata Lukman di Indramayu, Jumat (15/7). Dikutip dari Antara.

Menurutnya, para pencuri menyasar kendaraan yang sedang terparkir di tempat istirahat jalan tol, karena memang operasi mereka di sekitar areal tersebut.

Bahkan, kata Lukman, mereka sudah beraksi lebih dari 150 kali di sepanjang jalan tol Jakarta sampai ke Cirebon, dan di Indramayu beraksi lebih dari 10 kali.

"Untuk operasi mereka di jalan tol. Sedangkan di Jalur Pantura sampai saat ini belum ada laporan," lanjutnya.

Lukman mengatakan komplotan pencuri itu tidak segan-segan melukai korbannya ketika melawan atau memergoki aksi mereka.

Komplotan yang berjumlah lima orang itu sudah mempunyai peran masing-masing, ada yang mengawasi lokasi, pengambil ban serep dan juga menunggu di dalam kendaraan.

Setiap kali beraksi, komplotan itu bisa menggasak dua sampai empat ban truk, dan mereka hampir setiap hari melakukan aksi kejahatan.

"Dari pengakuan mereka, hanya butuh waktu lima menit saja untuk mengambil ban serep," ujarnya pula.

Kelima tersangka yang berinisial IM (39), FS (41), DM (45), LP (28), dan DS (19) merupakan warga Kabupaten Karawang. Mereka terancam kurungan penjara paling lama tujuh tahun.

Lukman menambahkan dari tangan para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya pisau, kunci ban, ban truk, mobil dan beberapa lainnya.

"Akibat perbuatannya kelima tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan penjara paling lama tujuh tahun," pungkasnya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel