Kasus Penemuan Delapan Bangkai Anjing di Tabanan, Polisi Buru Seorang Wanita

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Teka-tekai penemuan delapan bangkai anjing di rumah kosong terbengkalai masih suram. Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra mengatakan hingga saat ini masih mencari terduga pelaku yang menyewa rumah di Banjar Dukuh, Kecamatan Kerambitan tersebut.

"Itu sudah kita dalami dan saat ini sudah beberapa vila yang kita lacak, yang pernah ditinggali orang yang kita duga sebagai pelaku pelantaran hewan itu. Masih kita kejar," kata Ranefli saat ditemui di Denpasar, Jumat (22/4).

Candra mengaku sudah mengantongi identitas terduga pelaku, berinisial A yang merupakan seorang perempuan dan bukan warga Bali.

"Namanya sudah kita kantongi, cuma posisinya sekarang yang belum kita ketahui di mana. Kalau panggilannya A, dia WNI tapi bukan warga Bali tapi dari luar," imbuhnya.

Selain itu, polisi juga sudah menelusuri vila yang sempat disewa A. Dia diketahui sering berpindah-pindah tempat.

"Dan alat komunikasinya juga sudah tidak aktif. Informasi putus di vila daerah Canggu yang terakhir. Berikutnya, belum tahu lagi apakah dia pulang ke daerahnya. Tapi kita sudah kantongi identitasnya dan waktu tidak lama kita bisa temukan yang bersangkutan," yakinnya.

Rumah terbengkalai di Banjar Dukuh disewa terduga pelaku satu tahun lalu. Pemilik rumah adalah warga setempat. Rumah sewaan diketahui terbengkalai baru satu bulan yang lalu.

Polisi belum bisa memastikan apakah tempat itu adalah penitipan hewan atau bukan. "Di sana tidak ada plang (penitipan anjing). Itu sifatnya rumah pribadi. Karena itu, kita telusuri anjing siapa ini dan pemiliknya siapa, kita belum tahu. Karena baru pemerhati hewan yang melaporkan bahwa di tempat itu ada ditemukan beberapa bangkai," ujarnya.

Dalam kasus ini, terduga pelaku bisa dijerat tindakan pidana ringan (tipiring) bila terbukti menelantarkan anjing-anjing tersebut. "Ada jerat hukumannya, itu tipiring masuk penelantaran hewan, itu ada di KUHP ancaman 4 bulan penjara," ujarnya.

Kasus penemuan delapan bangkai anjing ini viral karena narasi rumah horor di media sosial. Kemudian pecinta hewan di Bali, anggota Animals Welfare Asosiation melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Judul rumah horor untuk menggambarkan kondisi rumah tersebut yang mengerikan tidak terurus, dan juga ditemukan sejumlah tengkorak dan bulu anjing yang masih di dalam kandang. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel