Kasus Penemuan Mayat di Malang, Ada Dugaan Skandal Penyimpangan Seksual

Merdeka.com - Merdeka.com - Kasus penemuan mayat seorang warga berinisial HS (30) akhirnya terungkap. HS merupakan korban pembunuhan. Jenazahnya ditemukan di pinggir Sungai Bango, Kecamatan Blimbing, Malang, Jawa Timur. Polisi menduga ada skandal penyimpangan seksual dalam kasus tersebut.

Kepala Polresta Malang Kota, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto mengatakan, seorang tersangka laki-laki berinisial MDH (44) warga Purwakarta, Jawa Barat, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Dia diketahui merupakan rekan korban.

"Ada kecurigaan dan ketidaksesuaian kalau itu bunuh diri ataupun hal-hal lainnya. Sehingga didalami oleh penyelidik, dan akhirnya mengarah kepada seseorang yang kita duga melakukan tindakan pembunuhan," kata Budi Hermanto, Selasa (7/6).

Ia menjelaskan, upaya polisi untuk menyelidiki penemuan mayat laki-laki di pinggir Sungai Bango pada 10 Februari 2022 tersebut, pada akhirnya membuahkan hasil dan berhasil menangkap tersangka pada 4 Juni 2022.

Menurut dia, para petugas juga menyita sejumlah barang bukti yang mengarah pada tindak pidana pembunuhan. Barang bukti tersebut salah satunya yakni sebuah sepeda motor Yamaha Mio merah nopol N 5563 BB milik korban.

"Kami mengacu pada sepeda motor milik korban ini berada dalam penguasaan tersangka. Dalam hal ini tersangka akan dikenakan pasal 338 KUHP ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Bayu Febriyanto Prayoga mengatakan, motif pembunuhan yang dilakukan tersangka ialah rasa sakit hati serta cemburu kepada korban dan adanya keinginan untuk memiliki sepeda motor tersebut.

Ia menambahkan, hubungan antara korban dan pelaku adalah teman, di mana biasanya pelaku membeli barang-barang yang dijual oleh korban. Sejumlah barang yang biasa dibeli dari korban itu antara lain adalah telepon genggam dan pakaian.

"Kecemburuan dalam hal ini, diduga pelaku memiliki penyimpangan seksual dan itu masih kami dalami. Sehingga dia memiliki kecemburuan antara korban dengan istrinya," imbuhnya.

Peristiwa pembunuhan ini terjadi pada saat malam hari sebelum penemuan mayat. Saat itu korban yang sedang dalam kondisi mabuk, kemudian dibonceng oleh pelaku menggunakan motor milik korban ke pinggiran sungai.

"Pada saat di pinggir sungai tersebut, saat itu kondisi hujan deras, aliran sungai deras kemudian korban yang masih hidup dihanyutkan di sungai," pungkasnya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel