Kasus Pengeroyokan Ade Armando, Enam Pelaku Divonis 8 Bui Penjara

Merdeka.com - Merdeka.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis hukuman delapan bulan penjara terhadap enam terdakwa kasus pengeroyokan Ade Armando. Ade dikeroyok hingga babak belur saat berada di kerumunan massa demo 11 April lalu.

"Majelis memutuskan menjatuhkan hukuman pidana kepada masing-masing terdakwa penjara selama 8 bulan," kata Hakim Ketua Dewa Ketut Kartana saat membacakan vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Demikian dikutip dari Antara, Kamis (1/9).

Putusan yang dijatuhkan lebih rendah dari tuntutan jaksa yang menuntut keenam terdakwa dihukum dua tahun penjara.

Hakim juga membacakan pelanggaran hukum yang dilakukan para tersangka sesuai Pasal 170 Ayat (2) ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan primer dan Pasal 170 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan subsider.

Dalam putusannya, hakim mempertimbangkan hal yang memperingan dan memperberat.

Hal yang memperberat yakni tindakan para terdakwa menimbulkan perasaan tidak aman, nyaman, dan mengganggu ketertiban umum. Sedangkan yang meringankan terdakwa mengakui kesalahannya, serta beberapa dari mereka ada yang mempunyai tanggungan keluarga.

Sebelumnya, enam terdakwa pengeroyokan Ade Armando bernama Marcos Iswan, Komar, Abdul Latif, Al Fikri Hidayatullah, Dhia Ul Haq, dan Muhammad Bagja dituntut kurungan dua tahun penjara.

Mereka dinilai terbukti melakukan pengeroyokan terhadap Ade Armando.

Pada pleidoinya, mayoritas terdakwa mengakui perbuatannya di depan hakim. Mereka juga memohon keringanan hukuman karena mereka harus kembali ke rumah untuk menghidupi keluarga. [lia]