Kasus Pengeroyokan di Tangsel, Orang Tua Korban Ikhlas dan Berharap Pelaku Bertaubat

Merdeka.com - Merdeka.com - Raut kesedihan masih terpancar dari wajah kedua orang tua MIH (18), Ola Andriani (53) dan Muhammad Ikbal Hiya (53), setelah mengetahui anaknya tewas dikeroyok gerombolan pelaku di dekat rumah, kawasan Pamulang II, Tangerang Selatan, Minggu (24/7).

Ikbal mengatakan, kabar duka kematian anaknya dia dapat saat polisi menyambangi rumah. "Minggu pagi sekitar pukul 03.30 WIB datang polisi ke rumah, mengabarkan anak saya di RSUD. Waktu itu, enggak ada firasat apa-apa. Kemudian setelah diantar ke ruang pemulasaran jenazah, dalam hati saya berkata Ifan (HIM), meninggal," ungkap Ikbal, ayah korban ditemui di rumahnya, kawasan Pamulang, Selasa (26/7).

Ikbal, uga tidak mengetahui secara rinci, bagaimana anak bungsunya itu tewas dengan penuh luka bekas sabetan benda tumpul dan senjata tajam. Namun dari informasi polisi, para pelaku adalah anak-anak di bawah umur.

"Kronologisnya seperti apa saya enggak tahu pasti, sampai saat ini polisi juga belum memberitahu kronologisnya. Saya hanya ingat anak saya meninggal dalam keadaan baik, hasil visumnya tidak ada catatan dia narkoba, minum-minuman keras, merokok pun tidak," lanjutnya.

Dengan musibah yang telah menimpa keluarganya, Ikbal mengaku hanya bisa pasrah. Dia dan keluarga juga telah memaafkan para pelaku yang kini telah diamankan itu.

"Kalau orang kebanyakan dendam. (keluarga) Ikhlas banget, itu ajal almarhum. Saya sendiri belum tentu bisa meninggal seperti Ifan, orang dari mana-mana datang melayat, yang mengantar ke makam juga enggak habis-habis," ungkap Ikbal yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek daring.

Ola Andriana, ibunda korban pun mengakui hal serupa, meski berat karena telah berjuang sejak mengandung, melahirkan dan membesarkan korban belasan tahun adalah hal yang paling tidak bisa dia lupakan.

"Dari kecil saya urus, saya mengandung dia, melahirkan dan sudah besar anaknya nurut. Enggak macam-macam, itu rasanya bagaimana. Tapi suami menguatkan, sudah ikhlaskan," kata Ola Andriani.

Ola menerangkan, dari keterangan Kepolisian, sudah sembilan anak-anak terduga pelaku pengeroyokan dan penganiayaan terhadap MIH, diamankan Polisi.

Terhadap para terduga pelaku itu, Ola berharap mereka bisa berubah dan bertaubat atas perbuatan yang dia lakukan.

"Supaya (pelaku dihukum) setimpal, kata polisi sih paling lima tahun, karena masih anak-anak. Cuma bapaknya juga pasrah, karena emang sudah ajalnya," jelasnya.

Ola menceritakan, kakak MIH, Sandra berkeinginan untuk menemui para pelaku. "Kalau anak saya perempuan, kakaknya almarhum pengen ketemu (pelaku), pengen ngomong kenapa bisa tega, Eggak punya hati, cuma supaya paham, supaya dia bertobat, enggak ada korban lain. Tapi kata bapaknya sudah enggak usah. Saya sebagai ibu kan ngerasain ngurusin, saya sudah abis air mata saya," jelas dia.

Sebelumnya, aksi sadis dilakukan tiga ABG di kawasan Pamulang. Ketiga ABG berinisial ROR, D dan MSA mengeroyok MIH hingga tewas.

Polisi akhirnya menangkap ketiga pelaku. Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa batang bambu, batang besi menyerupai celurit serta pakaian korban dan pelaku.

Kapolres Tangsel AKBP Sarly Sollu mengatakan, pelaku menganiaya korban pada Minggu (24/7) dini hari. Insiden itu berawal ketika korban bertemu dengan gerombolan para pelaku di Jalan Raya Pamulang II, Kecamatan Pamulang.

"Kemudian korban berlari terjatuh ke aspal, saat itulah korban dikeroyok oleh pelaku yang masih di bawah umur," ujar dia.

Korban yang kocar kacir ketakutan lantas terjatuh setelah bahu dihantam stik golf oleh pelaku ROR. Pelaku D kemudian menyerang korban dengan sebilah besi modifikasi seperti celurit dan mengenai leher korban hingga terjatuh.

"Kemudian rekan pelaku lainnya MSA, langsung membawa sebilah bambu dan langsung menyabetkan bambu tersebut ke bagian betis hingga korban terjatuh," ujar dia. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel