Kasus Penggelapan Pajak Mirip Gayus: Terbukti Salah, Dirjen Pajak Bakal Pecat DA

  • VIVA terancam gagal bayar utang jatuh tempo

    VIVA terancam gagal bayar utang jatuh tempo

    Merdeka.com
    VIVA terancam gagal bayar utang jatuh tempo

    MERDEKA.COM. Saat penutupan perdagangan hari ini, indeks saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), justru merangkak naik setelah kemarin negatif. Hal ini, disebabkan MNCN secara fundamental lebih baik dari PT Visi Media Asia Tbk (Viva). …

  • Pemilik MNC dan VIVA masuk politik praktis, investor menghindar

    Pemilik MNC dan VIVA masuk politik praktis, investor menghindar

    Merdeka.com
    Pemilik MNC dan VIVA masuk politik praktis, investor menghindar

    MERDEKA.COM. Penurunan harga saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dan PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) pasca Pilpres akibat kedua emiten tersebut masuk ke ranah politik. Sehingga, saham tersebut lebih diperdagangkan oleh para spekulan yang sedikit mempertimbangkan faktor fundamental. …

  • Lebaran, Tarif Bus Lorena Naik 25 Persen  

    Lebaran, Tarif Bus Lorena Naik 25 Persen  

    Tempo
    Lebaran, Tarif Bus Lorena Naik 25 Persen  

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Direktur PT Eka Sari Lorena, Eka Sari Lorena Surbakti, menjamin tarif bus Lorena hanya naik antara 20-25 persen dalam arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Kenaikan itu disebut Eka berlangsung sejak 21 Juli hingga 4 Agustus 2014. "Naiknya H-7 (21 Juli) hingga H+7 (4 Agustus) Lebaran," kata Eka, usai menghadiri buka bersama di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, kemarin. …

INILAH.COM, Jakarta - Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany bakal memecat DA, pegawai di lingkungannya, bila benar terbukti melakukan penggelapan pajak.

"Tentulah kalau terbukti terjadi pelanggaran berat kami akan usulkan untuk dipecat," ungkapnya kepada INILAH.COM di Jakarta, Sabtu (25/2/2012).

Ia melanjutkan, saat ini pihaknya tengah menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan Kejaksaan Agung atas dugaan penggelapan yang dilakukan pegawai di lingkungannya tersebut.

"Sekarang belum bisa diambil tindakan sebelum adanya kejelasan hasil pemeriksaan tentang status kedua pegawai tersebut," tegasnya.

Seperti diketahui, kasus yang mirip dengan kasus Gayus Tambunan ini diungkapkan sendiri oleh Menteri Keuangan Agus Martowardodjo. Seorang pegawai Ditjen Pajak Kementerian Keuangan berinisial DA, diduga melakukan tindak pidana penggelapan pajak.

Nilai penggelapan pajaknya dikabarkan melebihi Gayus Tambunan. "Inisial DA kalau tidak salah," ujar Agus Marto di Jakarta, Kamis (23/2/2012). Agus menjelaskan, Kejaksaan Agung telah mendatangi kantor Ditjen Pajak pada Selasa (21/2/2012). Mereka menangkap dan menyita sejumlah dokumen serta komputer milik DA.

Berdasar kabar yang berkembang di lapangan, DA tidak bekerja sendirian namun bekerja sama dengan DW, suaminya. DW sebelumnya bekerja di Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua. Lalu kemudian DW pindah ke Dispenda DKI.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...
POLL

Apakah kemampuan berbahasa Inggris dengan lancar wajib dimiliki oleh kandidat capres maupun cawapres?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat