Kasus Penyelewengan Dana ACT, PPATK Masih Terus Blokir Sejumlah Rekening

Merdeka.com - Merdeka.com - Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) masih terus melakukan pemblokiran terhadap sejumlah rekening terkait dugaan kasus penyelewengan dana Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Diketahui, Polri telah melakukan audit terkait dana Boeing yang diduga diselewengkan ACT yaitu sebesar Rp107,3 miliar.

"Masih-masih (ada rekening diblokir) berkembang terus, ACT juga berkembang terus," kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana kepada wartawan di Gedung Parlemen DPR RI, Selasa (13/9).

Sebelumnya, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri terus menyelidiki kasus penyelewengan dana Aksi Cepat Tanggap (ACT). Terbaru, hasil audit terkait dana Boeing yang diduga diselewengkan yaitu sebesar Rp107,3 miliar.

"Dari hasil pendalaman Penyidik Bareskrim Polri dan Tim Audit bahwa Dana Sosial Boeing yang digunakan tidak sesuai dengan peruntukannya diduga sebesar Rp107,3 miliar," kata Kabagpenum Div Humas Polri Kombes Nurul Azizah kepada wartawan, Senin (8/8).

Selain itu, dalam kasus ini ternyata dana Boeing tersebut juga digunakan untuk kegiatan pembangunan sarana sosial.

"Didapati fakta juga bahwa ternyata Dana Sosial Boeing yang digunakan untuk kegiatan pembangunan sarana sosial sesuai proposal ahli waris, berdasarkan hasil audit diduga hanya sebesar Rp30,8 miliar," ujarnya.

"Dengan demikian, dana Sosial Boeing yang diselewengkan pada awalnya berjumlah sekitar Rp40 miliar, namun setelah dilakukan audit bertambah menjadi Rp68 miliar. Kemudian, pada hari Jumat minggu lalu kembali dilakukan pendalaman dengan hasil pemeriksaan auditor bahwa Dana Sosial Boeing yang diselewengkan bertambah menjadi Rp107,3 miliar," tutupnya.

Berikut rincian dana tersebut:

- Dana pengadaan Armada Rice Truk Rp. 2.023.757.000,-;
- Dana pengadaan Armada Program Big Food Bus Rp. 2.853.347.500,-;
- Dana pembangunan pesantren peradaban Tasikmalaya Rp. 8.795.964.700,-;
- Dana talangan kepada Koperasi Syariah 212 sebesar 10.000.000.000,-;
- Dana talangan kepada CV CUN RP. 3.050.000.000,-.;
- Dana talangan kepada PT. MBGS Rp. 7.850.000.000,;
- Dana untuk operasional yayasan (gaji, tunjangan, sewa kantor dan pelunasan pembelian kantor);

Dana untuk yayasan lain yang terafiliasi ACT. [eko]