Kasus Perundungan Bocah di Tangsel Terbongkar Berawal dari Status WA

Merdeka.com - Merdeka.com - Kasus perundungan terhadap bocah berinisial MZA, warga Kampung Jaletreng, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan, terungkap setelah orang tua korban melihat status WhatsApp korban dari handphone pribadi MZA.

"Saya tahu awalnya dari status update WhatsApp anak saya. Itu ada video anak saya dipukulin, terus ada kata-kata jorok di status update-nya," kata ibu MZA, Nuryanah ditemui di rumahnya, Rabu (18/5).

Menurut Nuryanah, berdasarkan keterangan MZA, peristiwa perundungan yang dilakukan teman sebayanya itu terjadi pada Minggu (15/5) malam. Saat itu MZA didatangi seorang temannya pukul 21.00 WIB untuk bermain gim bareng.

"Awalnya anak saya disamperin temanya jam 21.00 WIB main Mobile Legend. Terus sampai kejadian (penganiayaan) dan pagi harinya saya baru tahu, kalau anak saya mengalami luka-luka," jelas ibu rumah tangga itu.

Meski begitu, MZA tidak mau terbuka dan menceritakan kejadian pahit yang dialami pada malam hari itu. Dia bahkan cenderung menutupi, tindak penganiayaan yang dilakukan teman-temannya itu.

"Awalnya dia ngomong lidahnya sakit, saya tanya kenapa dia jawab enggak apa-apa. Dia malah nutupin. Terus saya tahu, pas pagi ketika saya melihat HP status WhatsApp anak saya kok dia dipukuli," jelasnya.

"Jadi sebelum orang tuanya tahu, orang-orang lebih dulu tahu dari status di HP korban, terus ada status kata kata jorok. Nah saya tahu dari status anak itu, kemudian saya buka galery ternyata banyak videonya," terang Nuryanah.

Dia yang kemudian marah, memberitahukan kejadian itu ke keluarganya hingga melaporkan ke Mapolres Tangerang Selatan.

"Saya mengadu ke saudara saya, saya lapor ke RT dan RW dan melapor juga ke polisi," katanya.

Dari pengakuan MZA kepada Nuryanah, aksi penganiayaan itu dilakukan di salah satu rumah tetangganya di lingkungan sekitar tempat korban tinggal.

Saat aksi penganiayaan itu berlangsung, handphone korban diambil pelaku anak dan melakukan perekaman dengan handphone korban.

"Jadi ngerekamnya pakai HP anak saya, saat anak saya dipukulin itu, HP-nya memang dipegang temannya. Terus pulang dibalikin. Ketahuannya saat saya melihat status update WhatsApp-nya itu," jelas Nuryanah. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel