Kasus Perundungan di Tasikmalaya, Polisi Tetapkan Tiga Anak Jadi Tersangka

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi menetapkan tiga anak di bawah umur sebagai tersangka kasus perundungan di Tasikmalaya. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo mengatakan status tersebut ditetapkan berdasarkan penyidikan dan gelar perkara tim gabungan Polres Tasikmalaya dan PPA Polda Jabar. Tim gabungan pun melibatkan KPAID Tasikmalaya dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) dalam penyidikan kasus ini.

"Jadi sudah ditetapkan sebagai tersangka tiga orang anak yang ada dalam video itu," kata Ibrahim Tompo, Selasa (26/7).

Para tersangka diketahui melanggar sesuai dengan ketentuan Pasal 80 Juncto Pasal 76 C UU nomor 35 tentang perlindungan anak. Ada penanganan dalam kasus ini karena status tersangka masih kategori anak di bawah umur.

"Mekanismenya menggunakan sesuai dengan sistem peradilan anak yang sesuai dengan UU nomor 11 tahun 2012. Tidak ditahan. Jadi mekanisme diversi itulah yang dicari langkahnya yang tepat," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Seorang siswa kelas V Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Tasikmalaya meninggal dunia setelah depresi dan tidak mau makan minum. Ia diketahui mengalami depresi setelah dipaksa menyetubuhi seekor kucing sambil direkam oleh teman-temannya.

T (39) ibu kandung korban, menyebut bahwa korban adalah anak kedua dari empat bersaudara. Ia mengatakan bahwa meski anaknya masih berstatus pelajar SD, namun kerap mendapatkan perundungan berupa kekerasan fisik dari teman-temannya. Puncaknya, sekitar sepekan sebelum meninggal, video korban menyebar di media sosial.

"Sebelumnya memang anak saya mengaku sempat dipukuli dan dipaksa menyetubuhi kucing dan dilihat oleh teman-temannya sambil direkam menggunakan HP. Anak saya jadi malu, depresi, tidak makan, minum, banyak melamun. Anak saya juga tidak mau keluar rumah dan merasa sakit di bagian kepala karena sempat dipukuli," kata T kepada wartawan, Kamis (21/7).

Sampai kemudian, diungkapkan T, korban mengeluhkan sakit tenggorokan dan oleh keluarga dibawa ke rumah sakit. Namun saat masih dalam proses perawatan, korban yang masih berusia 11 tahun itu diketahui meninggal dunia. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel