Kasus Perundungan Siswi di OKU, Kepala SD dan Seluruh Guru Terancam Dimutasi

Merdeka.com - Merdeka.com - Kasus perundungan yang dialami seorang siswi kelas VI SD Negeri di Kecamatan Peninjauan, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, berbuntut panjang. Kepala sekolah dan seluruh guru di SD tersebut terancam dimutasi.

Usulan mutasi terungkap dalam mediasi antara keluarga korban, orang tua sembilan pelaku, Dinas Pendidikan, pemerintah setempat dan kepolisian di Mapolsek Peninjauan, Sabtu (19/11). Keluarga korban mendesak pemerintah mencopot Kepsek SD dan melakukan mutasi seluruh gurunya karena dinilai teledor terjadinya aksi bullying di lingkungan sekolah.

Permintaan tersebut direspons Dinas Pendidikan OKU untuk segera mengusulkan ke Bupati OKU. Dalam waktu dekat, surat keputusan pencopotan dan mutasi akan diterima.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan OKU Alfarizi menegaskan, langkah tegas tersebut sebagai sanksi terhadap kepala sekolah dan guru yang dianggap lalai menjalankan tugasnya sebagai penanggung jawab anak didik di lingkungan sekolah.

"Kami langsung usulkan ke bupati untuk segera ditindaklanjuti," ungkap Alfarizi, Senin (21/11).

Menurut dia, sanksi tersebut sebagai pelajaran bagi pendidik lain untuk lebih konsentrasi dalam menangani apapun di sekolahnya. Evaluasi secara rutin juga dilakukan agar peristiwa itu tak lagi terjadi di masa mendatang.

"Harapannya agar tidak terulang lagi," lanjut dia.

Selain itu, Dinas Pendidikan OKU juga akan melakukan pendampingan terhadap pemulihan psikologis terhadap korban. Hal ini dipandang perlu mengingat korban mengalami trauma berat akibat kejadian itu.

"Permintaan itu kami penuhi, kami siap lakukan yang terbaik kepada korban," tegasnya.

Diketahui, seorang siswi kelas VI di salah satu SD Negeri di Kecamatan Peninjauan, menjadi korban perundungan oleh sembilan teman kelasnya. Alhasil, korban mengalami trauma berat.

Aksi bullying tersebut direkam salah satu pelaku dan videonya viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 1.28 detik itu nampak korban duduk di lantai kelas. Para pelaku melakukan perundungan terhadap korban yang bisa menutup wajah dan menangis.

Ada yang menginjak tas korban, menendang korban, memukul, dan menginjak-injak korban sambil melompat.
Informasi yang diterima, aksi tak terpuji tersebut terjadi di dalam kelas pada Rabu (16/11). Para pelaku terungkap berinisial I (kelas V), F (V), Z (V), R (VI), F (IV), F (VI), I (VI) S (VI) dan F (V). [cob]