Kasus PNS Tewas di Basement DPRD Riau, Suami Siri Diperiksa Maraton

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi terus menyelidiki kasus kematian Fitria Yulisunarti (40) yang ditemukan tewas dalam mobil di basement Kantor DPRD Riau. Mereka memeriksa sejumlah saksi, di antaranya PNS Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Riau berinisial F yang merupakan suami siri perempuan itu.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pria Budi mengatakan, F diperiksa secara maraton sejak jenazah Fitria ditemukan tergantung di pegangan tangan mobil Daihatsu Terios miliknya.

Awalnya Fitria disebut memiliki hubungan gelap dengan F. Tapi polisi meluruskannya. "Soal hubungan gelap, perlu saya luruskan mereka (Fitria dan F) sudah nikah siri itu," ujar Pria Budi, Selasa (13/9).

Mati Lemas

Dia mengatakan, dari hasil autopsi penyebab kematian Fitria karena asfiksia atau mati lemas bekas jeratan di leher. Setelah dipastikan tewas karena lemas, polisi juga telah melakukan pemeriksaan saksi ahli forensik. Termasuk melakukan gelar perkara untuk memastikan apakah korban bunuh diri atau dibunuh.

"Kami masih pemeriksaan keterangan dari ahli forensik. Apakah murni bunuh diri atau dibunuh," jelasnya.

Budi juga membantah adanya isu pengakuan F membunuh korban. Kabar itu sempat beredar di sejumlah grup WhatsApp. Hal itu dipastikan tidak benar.

"Tidak ada juga pengakuan dia (F) membunuh. Hari ini mudah-mudahan semua sudah keluar hasil gelar perkara dan pemeriksaan forensik," pungkasnya.

Polisi Sita CCTV

Sebelumnya diberitakan, Fitria Yulisunarti (40) tergantung dalam mobil di basement atau parkiran kantor DPRD Riau. Saat ditemukan, kondisi Fitria dengan leher terikat dan hidung berdarah di dalam mobil Terios.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Andrie Setiawan menyebutkan, penyidik terus mengebut penuntasan kasus kematian Fitria. Bahkan, sejumlah CCTV di DPRD Riau turut disita.

"Saat ini kita melanjutkan pemeriksaan saksi-saksi lain, sudah 22 orang saksi," kata Andrie.

Fitria merupakan PNS yang berdinas di Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Pemprov Riau. Sedangkan PNS pria berinisial F berdinas di Sekretariat DPRD Riau.

Korban Ditemukan Satpam DPRD Riau

Fitria ditemukan tewas oleh 2 orang satpam di dalam mobil di basement gedung DPRD Riau, Sabtu (10/9) pukul 11.00 WIB. Kondisinya mengenaskan saat ditemukan.

"Korban saat ditemukan menggunakan baju merah dan rok hitam. Kondisi korban hidung berdarah, duduk di kursi tengah mobil Daihatsu Terios silver," ucap Andrie.

Setelah dilakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP) jasad wanita tersebut langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan autopsi.

Lima orang satpam yang bertugas di Kantor DPRD Riau menjadi saksi atas temuan mayat korban. Kelimanya yakni EF (37), BFW (26), Ik (22), FA (29) dan Ri (39).

"Saksi yang pertama kali menemukan yakni satpam inisial EF dan BFW. Saat itu, keduanya melaksanakan patroli karena bertugas jaga pagi dan mengecek situasi areal Kantor DPRD Riau," kata Andrie.

Saat mengecek parkir basement, EF dan BFW melihat pintu mobil korban dalam keadaan terbuka. Keduanya tak menghiraukan kondisi mobil itu karena sudah tahu siapa pemiliknya dan tidak ada gelagat mencurigakan.

EF dan BFW lalu kembali ke Pos penjagaan depan. Selanjutnya pada pukul 11.00 Wib, EF mengajak Ik untuk kembali melakukan patroli, mereka melihat pintu mobil korban masih dalam keadaan terbuka.

"Lalu keduanya berinisiatif mendatangi mobil korban. Setelah dicek, mereka melihat korban telah meninggal dunia dalam keadaan leher terikat kain. Atas temuan tersebut EF langsung menghubungi Danrunya untuk memberitahukan kejadian itu. Kemudian dilaporkan ke kita," ucap Andrie. [yan]