Kasus Polio Bertambah, Pemerintah Vaksinasi Seluruh Anak di Aceh

Merdeka.com - Merdeka.com - Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Achmad Marzuki, mengatakan kasus polio di Kabupaten Pidie bertambah dua, dari sebelumnya hanya satu. Total anak yang menderita polio di kabupaten tersebut menjadi tiga.

Menyikapi temuan tiga kasus polio yang telah ditetapkan Pemerintah Pusat sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) itu, Pemerintah Aceh akan melakukan vaksinasi polio melalui Posyandu.

"Mulai 23 November ini kita melaksanakan vaksinasi di seluruh Aceh," katanya, Rabu (23/11).

Selain vaksinasi, Pemerintah Aceh juga akan menggencarkan sosialisasi ke masyarakat tentang pentingnya imunisasi terhadap anak dan pola hidup sehat.

"Kita harus membuat penyadaran kepada masyarakat bahwa pola hidup sehat itu penting. Seluruh anak di Aceh harus divaksin karena itu penyakit menular," ujarnya.

Marzuki mengatakan, penanganan kasus polio ini melibatkan unsur pemerintah daerah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Aceh.

"Polio di Aceh ternyata belum selesai. Harus ditangani bersama supaya cepat penanganannya," pungkasnya.

Kementerian Kesehatan menetapkan temuan polio sebagai Kejadian Luar Biasa. Penetapan Kejadian Luar Biasa penyakit Polio karena virus ini telah dinyatakan telah dieradikasi sebelumnya.

Tetapi tahun 2022 ini, Indonesia kembali ditemukan satu pasien Polio di Provinsi Aceh.

"Setiap penemuan setiap satu kasus Polio merupakan suatu kejadian luar biasa," ujar Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu saat konferensi pers daring, Sabtu (19/11).

Maxi menjelaskan, cakupan imunisasi Polio dalam beberapa tahun terakhir rendah. Imunisasi Polio baik Polio tetes (OPV) dan Polio suntik (IPV) mengalami penurunan.

Pada 2021 terjadi penurunan imunisasi OPV4 menjadi 80,2 persen dibanding dari tahun sebelumnya. Namun, untuk vaksinasi IPV terjadi kenaikan menjadi 66,2 persen dari tahun sebelumnya 37,7 persen.

Hanya saja, tingkat imunisasi tidak merata. Ada 30 provinsi dan 415 kabupaten/kota yang masuk kategori resiko tinggi Polio karena tingkat imunisasi rendah.

"Indonesia akhirnya high risk terjadi KLB polio," ujar Maxi.

Khusus Aceh yang ditemukan kasus Polio di tahu ini, memang sempat tahun berturut-turut mengalami penurunan tingkat imunisasi. Semakin rendah tingkat imunisasi di kabupaten/kota di Aceh pada tahun 2022.

"Tahun 2022 sampai OPV4 semua Aceh merah apalagi IPV itu hampir semua enggak jalan di Aceh," papar Maxi. [tin]