Kasus Positif Covid-19 di Semarang Meningkat, Terdapat Klaster Tenaga Kesehatan

Liputan6.com, Jakarta - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan kasus Covid-19 di Kota Semarang bertambah hari ini tercatat ada 412 kasus atau ada penambahan 38 kasus dari hari sebelumnya.

"Jadi benar peningkatan kasus Covid-19 itu ada pada para tenaga kesehatan baik yang memberikan layanan di rumah sakit pemerintah seperti puskesmas ada 30 orang nakes dan fasilitas kesehatan rujukan rumah sakit swasta ada 28 orang nakes," kata Hendrar Prihadi di Balai Kota Semarang, Sabtu (20/6/2020).

Dia mengungkapkan tidak menyebutkan jumlah tenaga kesehatan yang terpapar positif Covid-19 hingga menjadi klaster penularan. Lonjakan kasus juga terjadi karena ada beberapa pasien positif yang terpapar Covid-19 dari klaster sebelumnya.

"Kasus penambahan baru itu pengembangan dari keluarga klaster sebelumnya. Intinya banyak klaster penularan di Semarang sendiri sudah ada beberapa klaster penularan Covid-19 diantaranya pasar tradisional, perbankan, toko swalayan dan Pemkot Semarang," jelasnya.

Klaster Tenaga Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam mengaku klaster penularan terjadi di kalangan tenaga kesehatan yang berada di rumah sakit kota Semarang.

"Seperti itu rumah sakit dan komunitas. Jadi kasus penularan di kalangan tenaga kesehatan ini bukan kali pertama terjadi di Kota Semarang. Beberapa pekan lalu, kasus penularan di kalangan tenaga kesehatan juga pernah terjadi di Semarang, tepatnya di RSUP dr Kariadi," ungkapnya.

Pada saat itu ada sekitar 30-an tenaga kesehatan dan staf di RS Kariadi Semarang yang terpapar Covid-19, hingga harus menjalani isolasi di Hotel Kesambi Hijau.

Reporter : Danny Adriadhi Utama

Sumber: Merdeka

Saksikan video pilihan di bawah ini: