Kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta berkurang 389 orang

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan angka kasus positif virus COVID-19 di DKI Jakarta pada Jumat (26/8) berkurang sebanyak 389 orang sehingga jumlah kasus aktif kini ada 16.804.

Meski begitu, pihaknya masih akan terus menggalakkan program 3T (Testing, Tracing dan Treatment) guna mengatasi rantai penyebaran COVID-19 yang lebih meluas di DKI Jakarta.

"Upaya 3T terus kami galakkan dan vaksinasi COVID-19 juga masih berlangsung dengan cakupan yang lebih luas," kata Dwi Oktavia dikutip dari laman resmi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) DKI Jakarta, Sabtu.

Dinkes Pemprov DKI Jakarta mencatat, vaksinasi dosis pertama hingga saat ini telah mencapai 12.630.798 orang (125,3 persen), dengan proporsi 70,7 persen merupakan warga pemegang KTP DKI dan 29,3 persen KTP non DKI.

Untuk vaksin dosis kedua, Dinkes Pemprov DKI Jakarta memberikan catatan sudah mencapai 10.790.382 orang (107 persen), dengan 74 persen merupakan warga KTP DKI dan 26 persen warga KTP non DKI. Pada Jumat (26/8) ada sebanyak 1.453 orang yang divaksin dosis 2.

Sedangkan untuk vaksin dosis ketiga hingga saat ini sudah mencapai 4.862.069 orang dan jumlah yang divaksin dosis tiga Jumat hari ini sebanyak 8.452 orang.

Dinkes Pemprov DKI Jakarta juga telah menggelar tes antigen pada Jumat (26/8), ada 15.744 orang di tes, dengan hasil 828 positif dan 14.916 negatif. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 1.355.279 dengan tingkat kesembuhan 97,7 persen, dan total 15.492 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,1 persen, sedangkan tingkat kematian untuk Indonesia sebesar 2,5 persen.

"Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 15,9 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,7 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen," kata Dwi.

Sebagai informasi tambahan, Pemprov DKI Jakarta mengimbau warga untuk senantiasa selalu menggunakan masker saat sedang beraktivitas di luar rumah, terutama di tempat publik. Selain itu, warga juga disarankan untuk segera melengkapi vaksinasi COVID-19 dengan booster.

Baca juga: DKI tambah kasus harian positif COVID-19 terbanyak capai 1.888 kasus
Baca juga: Pasien COVID-19 bertambah 5.869 orang, terbanyak dari DKI Jakarta
Baca juga: Pemprov DKI percepat vaksinasi lanjutan untuk tekan zona merah COVID