Kasus Positif Covid-19 Makin Menggila, Wisata Vaksin ke Bali Bakal Sia-Sia?

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno hendak meluncurkan program wisata vaksin untuk membangkitkan gairah industri pariwisata di Bali.

Menanggapi rencana tersebut, Wakil Ketua Umum Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Budijanto Ardiansyah, mengatakan tujuan program wisata vaksin di Bali masih akan sulit terwujud. Sebab, Indonesia saat ini masih bergulat dengan kenaikan kasus positif Covid-19 yang terus merebak.

"Kuncinya ada di grafik covid kita. Harus turun dulu dan landai di bawah," ujar Budijanto kepada Liputan6.com, Kamis (24/6/2021).

Budijanto mengaku dirinya belum banyak mengulik program wisata vaksin di Bali yang ditawarkan Sandiaga Uno. Namun dirinya yakin program wisata vaksin tersebut berbeda dengan yang ditawarkan negara lain.

"Karena enggak mgkn kita menawarkan turis asing untuk vaksin di negara kita karena pertama border belum dibuka, kedua jatah vaksin kita aja masih kurang," ungkap dia.

Sebelumnya, Sandiaga menyebut program wisata vaksin ini dipicu oleh program serupa yang ditawarkan sejumlah negara. Hal itu dinilainya sangat menggiurkan dan berpotensi menarik wisatawan.

Wisata Vaksin

Pantai Kuta, Bali. (Bola.com/Pixabay)
Pantai Kuta, Bali. (Bola.com/Pixabay)

Namun, dia menyatakan wisata vaksin tidak hanya semata untuk menarik wisatawan, tapi juga demi memperluas jangkauan penerima vaksin Covid-19.

Sandiaga mengaku sudah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terkait stok vaksin yang diperlukan. Pada tahap pertama, sasaran wisata vaksin adalah para turis domestik.

"Vaksin ini tentunya diberikan secara gratis (untuk wisatawan domestik)," sahut dia.

Dia juga tidak menutup kemungkinan untuk mendistribusikan vaksin kepada wisatawan mancanegara yang datang ke Bali. Itu bisa menjadi nilai tambah bagi turis yang diharapkan sudah bisa memasuki Bali pada rentang waktu Juli-Agustus 2021 nanti.

"Untuk wisatawan mancanegara bisa gunakan vaksin gotong royong atau mandiri yang sudah digagas dan dikoordinasi dengan Kementerian BUMN, dan BUMN-BUMN inilah yang akan menyediakan vaksin gotong royong," tutur Sandiaga.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel