Kasus positif COVID-19 tambah 92 kasus, terbanyak di Jakarta

·Bacaan 2 menit

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 (Satgas) menyatakan jumlah orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Tanah Air kembali bertambah 92 kasus, dengan DKI Jakarta sebagai penyumbang kasus terbanyak yakni 47 kasus.

Berdasarkan data milik Satgas yang dikutip ANTARA di Jakarta pada Ahad, penyumbang kasus positif tertinggi selanjutnya Jawa Barat sembilan kasus, DI Yogyakarta tujuh kasus, Jawa Timur lima kasus, Papua Barat lima kasus dan Jawa Tengah empat kasus.

Hal tersebut menjadikan secara keseluruhan jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 4.261.759 kasus tersebar di seluruh penjuru negeri.

Satgas COVID-19 menyebutkan bahwa jumlah kasus aktif di Indonesia kembali menurun. Tercatat total kasus aktif di seluruh Indonesia kini sebanyak 4.655 kasus setelah kembali turun sebanyak 58 kasus.

Baca juga: Pasar Tanah Abang cukup ramai meski sebagian kios tak beroperasi

Baca juga: 110,6 juta warga sudah terima dosis kedua vaksin COVID-19

Lebih lanjut, COVID-19 juga turut meningkatkan jumlah orang yang meninggal. Kasus kematian hanya bertambah sebanyak dua jiwa menjadikan total angka kematian di Tanah Air sebanyak 144.055 jiwa.

Jumlah pasien yang sembuh dari virus tipe SARS-CoV-2 tersebut juga terus mengalami peningkatan yang signifikan. Tercatat hingga hari ini sebanyak 4.113.049 orang sembuh setelah bertambah sebanyak 148 orang.

Menurut catatan Satgas COVID-19, daerah yang banyak menyumbang kasus sembuh tertinggi yaitu Jawa Barat 33 orang, DKI Jakarta 24 orang, Papua Barat 16 orang, Jawa Tengah 16 orang dan Jawa Timur 13 orang.

Selanjutnya sebanyak 174.818 spesimen dari beragam tes COVID-19 telah diperiksa dan 1.746 orang telah masuk ke dalam kategori suspek, dengan positivity rate spesimen harian 0,07 persen dan tingkat positivity rate orang harian adalah 0,08 persen.

Menurut Satgas COVID-19, seluruh komponen dalam masyarakat harus lebih disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan serta tidak melakukan mobilitas di luar rumah bila tidak ada kepentingan yang mendesak guna mencegah penularan kasus lebih meluas.*

Baca juga: GISAID catat 30 kasus penularan Omicron di Indonesia

Baca juga: Pakar sebut delmicron bukan penamaan ilmiah varian COVID-19

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel