Kasus Positif Tambah 107 di Jember, Tertinggi Selama Pandemi COVID-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Jember mencatat tambahan kasus harian positif COVID-19 tertinggi selama pandemi COVID-19. Ada tambahan kasus baru sebanyak 107 pada Kamis, 19 November 2020.

Dengan ada tambahan kasus baru COVID-19 di Jember itu, sehingga total pasien menembus 1.824 orang. "Hari ini tambahan COVID-19 mencapai 107 kasus dan merupakan lonjakan tertinggi sejak ditemukannya kasus pertama COVID-19 pada akhir Maret 2020,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Jember, Gatot Triyono, seperti dikutip dari Antara, ditulis Jumat, (20/11/2020).

Ia menuturkan, jumlah kasus baru positif COVID-19 itu tersebar di 15 dari 31 kecamatan antara lain Kecamatan Ajung, Gumukmas, Ambulu, Silo, Kaliwates, Patrang, Sumbersari, Pakusari, Jenggawah, Rambipuji, Balung, Arjasa, Semboro, Umbulsari, dan Panti.

"Hari ini juga ada dua pasien COVID-19 yang meninggal dunia, keduanya warga Kecamatan Sumbersari dan Umbulsari,” ujar dia.

Jumlah kecamatan yang berada di zona merah atau memiliki risiko tinggi dalam penyebaran COVID-19 juga semakin luas menjadi 10 kecamatan.

"Kemarin zona merah ada di delapan kecamatan, namun hari ini menjadi 10 kecamatan, yakni Kecamatan Kalisat, Patrang, Sumbersari, Kaliwates, Rambipuji, Ajung, Jenggawah, Ambulu, Umbulsari, dan Semboro,” tutur dia.

Ia mengatakan, dari 31 kecamatan di Jember, hanya dua kecamatan yang masuk zona kuning atau risiko rendah penyebaran COVID-19, yakni Kecamatan Tempurejo dan Sumberjambe, sedangkan sisanya masuk zona oranye atau risiko sedang.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Penyebab Kenaikan Kasus Positif COVID-19

Ilustrasi coronavirus, virus corona, koronavirus, Covid-19. Kredit: Fernando Zhiminaicela via Pixabay
Ilustrasi coronavirus, virus corona, koronavirus, Covid-19. Kredit: Fernando Zhiminaicela via Pixabay

Gatot menuturkan, kenaikan kasus positif COVID-19 di Jember juga disebabkan karena beberapa titik kerumunan dan kurang patuhnya masyarakat menjalankan protokol kesehatan saat keluar rumah.

"Banyak kemungkinan, mulai adanya demo UU Cipta Kerja, libur dan cuti bersama, kampanye pilkada, dibukanya tempat wisata, hajatan, proses belajar mengajar tatap muka yang pelaksanaannya tidak mematuhi protokol kesehatan," tuturnya.

Karena itu, ia mengingatkan kembali warga agar terus disiplin mematuhi protokol kesehatan, yakni menjaga jarak ketika berada di kerumunan orang, memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah dan rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 tercatat jumlah warga Jember yang terkonfirmasi positif hingga 19 November 2020 mencapai 1.824 orang, dengan rincan 1.415 orang sudah sembuh dan pasien yang masih dirawat sebanyak 341 orang, sedangkan pasien yang meninggal sebanyak 68 orang.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini