Kasus Prank dan Laporan Palsu KDRT Baim Wong-Paula, Ini Ancaman Pidananya

Merdeka.com - Merdeka.com - Baim Wong dan istrinya, Paula Verhoeven menjadi sorotan publik setelah mengunggah video prank kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Dalam video tersebut, Baim bersama Paula bekerjasama untuk mengerjai pihak kepolisian. Paula terekam datang ke kantor polisi untuk membuat laporan mengenai tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialaminya.

Paula dan timnya membawa kamera tersembunyi. Baim sendiri berada di dalam mobil untuk memantau kondisi Paula melalui layar dari rekaman kamera.

Melihat akting Paula di kantor polisi, Baim nampak tertawa puas. Setelah prank dinilai berhasil, ia datang ke kantor polisi dan menyebut bahwa ini hanyalah lelucon.

Meski sudah diakui Baim sebagai lelucon, polisi akan menyikapi serius. Konten yang dinilai merespons kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) Lesti Kejora dan Rizky Billar itu terancam dibawa ke jalur hukum.

Kepolisian menilai aksi Baim dan Paula bisa dikategorikan sebagai perbuatan pidana.

"Iya nanti kita koordinasikan lagi dengan Kapolsek Kebayoran Lama. Cuma itu mengarah pidana itu, karena dia sudah membuat pemalsuan laporan," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi dalam keterangannya, Senin (3/10).

Nurma menerangkan, ada sanksi bagi siapapun yang membuat laporan palsu. Pelapor dapat dijerat dengan Pasal 220 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

"Mengarah Pasal 220 soal laporan palsu. Mengarah betul pidana karena kan dia bohong. Lain kalau betulan," ujar dia.

Nurma menerangkan, dalih prank tidak bisa jadi alasan untuk lolos dari jerat hukum. Nurma kembali menegaskan, konten prank Baim Wong dan Paula Verhoeven soal KDRT masuk perbuatan pidana .

"Dia telah melakukan pemalsuan laporan. Itu kan bohong. Walaupun bilangnya prank. Kan kaga bisa main main apalagi kejadiannya bohong," ujar dia.

Apa isi dari Pasal 220 KUHP?

Adapun bunyi Pasal 220 KUHP: "Barang siapa memberitahukan atau mengadukan bahwa telah dilakukan suatu perbuatan pidana, padahal mengetahui bahwa itu tidak dilakukan diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan."

Mengacu pada isi pasal tersebut, artinya Baim dan Paula terancam empat bulan penjara atas konten pranknya dengan judul "Baim KDRT, Paula Jalani Visum. Nonton sebelum di-Takedown."

Baim Minta Maaf

Baim akhirnya minta maaf. Dia menyadari kontennya pada pihak kepolisian dengan membuat guyonan yang keterlaluan. Dia juga sadar apa yang dilakukannya telah merugikan banyak pihak.

Baim mengucap terima kasih kepada para pihak yang telah menegur tindakannya.

"Saya tidak terpikir sama sekali ke arah sana. Sebodoh itu memang saya untuk melakukan hal kemarin. Saya terima kasih kepada teman-teman yang sudah menegur saya dengan scara apapun," terangnya.

Reporter Magang: Aslamatur Rizqiyah [lia]