Kasus Pura-Pura Mati di Bogor, Polisi Buka Kemungkinan Tetapkan Tersangka

Merdeka.com - Merdeka.com - Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin tidak menutup kemungkinan akan menetapkan tersangka kegaduhan atas aksi pura-pura mati yang dilakukan US (40), warga Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor. Mereka masih melihat fakta hukum dan kemanfaatannya untuk masyarakat.

"Kita lihat fakta hukum dan konstruksi pasalnya ya. Nanti kita ada skala prioritas mana yang kami buktikan lebih dahulu, sejauh mana kemanfaatannya bagi masyarakat," jelas Iman, Rabu (16/11).

Menurut Iman, saat ini pihaknya fokus untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat, Mereka membuka seluruh fakta yang sebenarnya terjadi dalam kasus pura-pura mati ini.

"Tentunya yang terpenting meluruskan terlebih dahulu informasi yang beredar di tengah masyarakat jangan sampai nanti menerima informasi yang tidak benar sehingga berasumsi yang tidak-tidak atau berpikiran yang irasional," tegasnya.

Diduga Terlilit Utang

Sebelumnya, polisi menemukan fakta lain di balik aksi pura-pura mati yang dilakukan US. Aksi itu ternyata dilakukan untuk menghindari lilitan utang.

"Fakta menarik yang sedang didalami, dari pembicaraan yang dilakukan istri US dengan driver ambulans, berkeluh kesah terkait utang yang melilit keluarga dan banyak yang menagih," kata Iman, Rabu (16/11).

Iman menerangkan, dari hasil penyelidikan sejauh ini, kepolisian memastikan bahwa US dan istrinya Y tidak melakukan perjalanan dari Semarang, Jawa Tengah, seperti yang disampaikan belakangan ini.

Namun, US, Y dan anaknya dijemput dari suatu tempat di bilangan Jakarta Selatan oleh sopir ambulans dalam keadaan sehat. Kemudian, saat tiba di Rest Area Cibubur, saat sopir dan kernet ambulans istirahat, US sudah tidak ada di lokasi.

"Baru diketahui (US) ada di dalam peti itu ketika peti diturunkan. Saat ini US dan istrinya belum berkenan untuk dimintai keterangan. Kami beri kesempatan kepada yang bersangkutan untuk pemulihan," jelas Iman. [yan]