Kasus Putra Siregar dan Rico Valentino, Polisi Dalami Pihak Lain Diduga Terlibat

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi mendalami keterlibatan pihak lain dalam kasus penganiayaan yang menyeret pengusaha ponsel, Putra Siregar dan artis Rico Valentino. Beberapa pihak yang mengetahui kasus ini akan diperiksa sebagai saksi.

"Kami masih terus didalami dan kembangkan," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto saat dihubungi, Senin (18/4).

Budhi menerangkan, penyidik akan menggali keterangan beberapa pihak. Salah satunya dari pemilik kafe, lokasi terjadinya penganiayaan.

"Semua pihak yang diduga mengetahui ataupun terlibat peristiwa tersebut akan dimintai keterangan termasuk pemilik kafe," ujar dia.

Sebelumnya, Putra Siregar dan Rico Valentino tersangkut masalah hukum. Dia dituding mengeroyok pengunjung kafe di kawasan Jakarta Selatan. Peristiwa ini pun diusut Satreskrim Polres Metro Jaksel.

Budhi menjelaskan, korban M. Nur Alamsyah bersama Putra Siregar dan Rico Valentino berada Code Cafe Jalan Senopati Raya Kebayoran Baru Jaksel pada 2 Maret 2022, sekitar pukul 02.30 WIB.

"Kami dalami apakah mereka saling kenal atau tidak karena mereka berbeda meja, datangnya pun acaranya berbeda. Kalau RV dan PS datang untuk hadir ke acara ulang tahun yang memang ngundang mereka untuk hadir di tempat itu, sedangkan MNA memang datang tidak dalam acara ulang tahun tersebut," papar Budhi.

Budhi menyebut, kasus pengeroyokan berawal dari datangnya seorang wanita kelompok Rico Valentino dan Putra Siregar yang menghampiri M Nur Alamsyah di meja terpisah.

Budhi mengatakan, penyidik sedang mendalami yang dibicarkan M Nur Alamsyah dengan wanita tersebut. Namun perbincangan itu menyulut emosi Rico Valentino.

"RV tidak senang sehingga mendatangi korban MNA," ujar dia.

Budhi mengatakan, Rico Valentino menganiaya M Nur Alamsyah dengan dibantu juga Putra Siregar.

"Kemudian melakukan pemukulan terhadap korban MNA. Kemudian tersangka PS juga ikut bersama-sama di situ dengan dia menendang dan mendorong MNA," ujar dia.

M Nur Alamsyah tidak langsung membuat laporan polisi (LP) di Polres Metro Jaksel. Saat itu, antara mereka mengupayakan untuk menyelesaikan secara kekeluargaan.

"MNA hanya meminta visum saja dengan harapan pada saat itu kami tanyakan mengapa tidak langsung melapor kepada Polri, karena mereka ingin ada jalan damai," ujar dia.

Budhi menyebut, korban mencoba berkomunikasi dengan Putra Siregar dan Rico Valentino. Namun selama hampir dua minggu tidak ada jawaban.

"Sehingga tanggal 16 Maret kasus ini dilaporkan ke Polri secara resmi kemudian kami melakukan proses penyelidikan maupun penyidikan," ujar dia.

Atas perbuatan kedua tersangka dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Reporter: Ady Anugrahadi [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel