Kasus Roasting Betrand Peto, Komika Ridwan Remin Datangi KPAI

Adinda Permatasari, Sumiyati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Beberapa waktu yang lalu, komika Muhammad Ridwan atau lebih dikenal Ridwan Remin, membuat bahan stand up comedy yang mengangkat tema tentang keluarga Ruben Onsu, termasuk putra sambungnya, Betrand Peto.

Ruben Onsu pun merasa tersinggung dan sempat menegur komika itu lewat unggahan di akun Instagram. Tak hanya Ruben, sang adik, Jordi Onsu, bahkan mengambil langkah untuk mengadukan Ridwan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Meski gugatan tersebut sudah dicabut, namun pihak KPAI tetap melanjutkan pengaduan ini. Hingga akhirnya, Ridwan Remin, memenuhi panggilan KPAI.

Ridwan Remin juga menjelaskan alasan kenapa mengangkat Betrand Peto sebagai bahan stand up comedy-nya. Simak selengkapnya di halaman berikut.

Ditemui VIVA, Ridwan mengakui diundang KPAI atas pengaduan Jordi Onsu. Dia turut menceritakan pertemuannya untuk membahas video roasting yang dia buat yang akhirnya menjadi ramai.

"Ya silaturahmi aja (ke KPAI). Kita diundang ke sini atas pengaduan (Jordi Onsu) ya udah dateng. Ditanya-tanya soal video yang ramai di Youtube kemarin. Klarifikasi dan ceritakan kronologinya semua kenapa bikin video itu semuanya. Ya, ngejelasin lah," ujarnya di kantor KPAI di kawasan Jakarta Pusat, Senin 15 Februari 2021.

Lebih lanjut, Ridwan menjelaskan kalau materi yang dibawakan pada saat itu berbentuk stand up show, yang membahas soal keresahan, memotret tentang kehidupan sosialnya serta mengomentarinya.

Dalam kesempatan itu, Ridwan turut menjelaskan alasannya mengapa memilih keluarga Ruben Onsu untuk dijadikan bahan stand up comedy.

"Kebetulan 2019 lagi ramai tuh video mereka (Betrand dan Sarwendah), bukan cuma di Youtube tapi di semua sosial media lagi jadi pembahasan. Kenapa saya bawa ke materi cocok aja, efeknya kalau tau doang tapi enggak kenal. Banyak yang suudzon, berprasangka buruk, dan lain-lain, makanya saya bawa ke materi stand up saya soal kenal dan tau," kata dia.

Ridwan pun mengaku sedari awal memang sudah mempersiapkan materi tersebut. Pria 28 tahun itu juga membahas apa yang dikatakan KPAI pada dirinya saat pertemuan tersebut.

"KPAI lebih kepada kita sama-sama untuk melindungi anak. Menurut KPAI bukan peran orangtua dan pemerintah tapi peran masyarakat. Kita sama-sama lah ketika ada video atau kata-kata yang kurang berkenan. Mungkin bisa jadi konsumsi anak-anak dan bisa disaksikan sama anak-anak, jadi hal negatif untuk anak-anak," tutur Ridwan Remin.