Kasus Robot Trading Viral Blast Global, Tiga Klub Sepak Bola Indonesia Diperiksa

·Bacaan 3 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri memeriksa tiga klub sepak bola Indonesia. Pemeriksaan terkait kasus robot trading Viral Blast.

"Yang sudah sudah dimintai keterangan dari Persija, PS Sleman dan Madura United," kata Kasubdit III Dit Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Robertus Yohanes De Deo Tresna Eka Trimana saat dikonfirmasi, Sabtu (16/4).

Dalam proses pemeriksaan tersebut, penyidik mendalami soal sponsorship dari Viral Blast yang dananya diduga dari tindak pidana investasi bodong.

"Materi pemeriksaan semua terkait sponsorship Viral Blast, kepada masing-masing klub. Yang dimintai keterangan dari agen masing-masing klub," jelasnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri terus mendalami terkait kasus dugaan investasi ilegal melalui aplikasi robot trading Viral Blast Global. Diketahui, Viral Blast Global sempat mensponsori sejumlah klub sepakbola di Indonesia, salah satunya Madura United.

"Itu juga sudah saya tanyakan ke penyidik, masih dilakukan pendalaman (terkait sponsor klub sepak bola)," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Gatot Repli Handoko di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (1/ 4).

Kendati demikian, Gatot enggan untuk menjabarkan lebih lanjut terkait aliran dana viral blast yang diterima klub sepak bola. Dia hanya mengatakan jika saat ini telah melakukan pemblokiran sejumlah rekening yang terkait kasus Viral Blast.

"Sebanyak 50 rekening telah dilakukan pemblokiran dengan jumlah uang Rp14.643 Miliar. Kedua, sebanyak 5 akun aset indodax yang tersebar di 5 bank telah dilakukan pemblokiran dengan jumlah aset indodux bila dikonversi ke dalam rupiah ini sekitar Rp1,5 miliar," jelas Gatot.

Sebelumnya, Direktur PT PBMB, perusahaan yang menaungi Madura United, Ziaul Haq, menyatakan siap jika mendapat panggilan dari pihak kepolisian.

"Belum ada pemanggilan resmi, masih belum tahu. Jika memang nantinya ada pemanggilan resmi, kami pastikan akan kooperatif," ungkap Ziaul Haq, dikutip dari bola.com

Diketahui, Madura United menghentikan kerjasama sponsor dengan Viral Blast Global. Keputusan ini diambil setelah perusahaan tersebut mengalami permasalahan hukum dan sedang dalam penyelidikan kepolisian.

Tak hanya itu, owner Viral Blast Global, Zainal Hudha Purnama atau yang akrab disapa Yudha, sempat ditunjuk sebagai manajer tim Madura United mulai 19 Januari 2022. Yudha sempat bergabung dengan Madura United setelah jabatan manajer tim lowong selama sekitar dua bulan.

Jabatan itu sebelumnya diemban oleh Rahmad Darmawan yang juga merupakan pelatih kepala. Namun, sosok yang disapa RD itu memilih mundur dari Madura United. Tapi, Yudha resmi mengundurkan diri pada 19 Februari 2022.

"Madura United tidak mengetahui bisnis yang bersangkutan, hal ini juga pasti sama dialami oleh klub lain yang juga menerima sponsor dari Viral Blast. Sponsor viral blast telah menerima kompensasi logo di Jersey, sehingga ini murni 'Commercial Deal' dan kami sudah menjalankan sesuai komitmen sebagaimana sponsor lainnya," tutur Ziaul Haq.

Sementara terkait kasus ini, sekaligus menjawab alasan di balik mundurnya Yudha dari jabatan manajer Madura United pada 19 Februari 2022. Saat itu, dia tidak menyebutkan alasannya meninggalkan jabatan yang baru sebulan diembannya.

"Kerjasama sponsorship Viral untuk Madura United juga sudah kami evaluasi. Tanggal 19 Februari 2022 yang bersangkutan sudah mundur sebagai manager, itupun informasi awalnya karena tidak bisa mendampingi tim saat Madura United melawan Arema FC," ungkapnya.

Penghentian kerja sama ini membuat Madura United melepas logo Viral Blast Global yang terdapat pada jersey klub. Jabatan manajer tim Laskar Sape Kerap juga masih lowong hingga sekarang karena belum ada pengganti. [lia]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel