Kasus Sejoli Tewas, Kolonel Priyanto Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Oditurat Militer Tinggi II Jakarta bakal membacakan tuntutan untuk terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana Kolonel Priyanto. Pada sidang dakwaan, Kolonel Priyanto dihukum dengan hukuman paling berat yakni hukuman mati.

Priyanto duduk di kursi pesakitan atas kasus kematian dua sejoli Handi Saputra (17) dan Salsabila (14) yang dibuang ke sungai. Sebelumnya, mobil yang dia tumpangi menabrak Handi dan Salsa di kawasan Nagreg, Jawa Barat.

"Tetap (pada jadwal). Iya (siap bacakan tuntutan)," kata Oditur Militer Tinggi Kolonel Sus Wirdel Boy saat dikonfirmasi.

Di sidang tuntutan nanti, akan disampaikan apa-apa yang menjadi fakta persidangan dengan pertimbangan petunjuk dari Oditur Jenderal TNI terkait hukuman yang bakal diminta kepada majelis hakim nanti ketika vonis.

"Oditur Jenderal TNI yang nanti akan memberikan petunjuk untuk tuntutannya," kata Wirdel usai sidang di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta pada Kamis (7/4) lalu.

Perjalanan Kasus Kolonel Priyanto

Kasus ini berawal dari Kolonel Priyanto dan dua anak buahnya, yaitu Kopda Andreas dan Koptu Ahmad Sholeh menabrak Handi Saputra (17) dan Salsabila (14) ketika melintas di Jalan Nagreg

Bukanya menolong dan dibawa rumah sakit, mereka justru membuang tubuh Handi dan Salsa di Sungai Serayu, Jawa Tengah. Salsa dibuang ke sungai dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan Handi masih hidup.

Atas hal itu dalam perkara ini Oditur Militer telah mendakwa Priyanto melakukan tindak pidana lebih berat dari kecelakaan lalu lintas, yakni pembunuhan berencana hingga membuang mayat dalam bentuk dakwaan gabungan.

Pasal Primer 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana jo Pasal 55 ayat 1 KUHP tentang Penyertaan Pidana, Subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Subsider pertama Pasal 328 KUHP tentang Penculikan juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP, subsider kedua Pasal 333 KUHP Kejahatan Terhadap Kemerdekaan Orang juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Subsider ketiga Pasal 181 KUHP tentang Mengubur, Menyembunyikan, Membawa Lari, atau Menghilangkan Mayat dengan Maksud sembunyikan kematian jo Pasal 55 ayat 1 KUHP dimana turut terancam hukuman paling berat yakni pidana mati, seumur hidup, atau pidana 20 tahun penjara. [lia]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel