Kasus Selingkuh Polisi Bulukumba Ditangani Polda  

TEMPO.CO, Makassar - Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat saat ini tengah menangani kasus dugaan perselingkuhan yang dilakukan Inspektur Satu Briston Napitupulu, 29 tahun.

Kepala Bidang Humas Polda Sulselbar, Komisaris Besar Endi Sutendi mengatakan penanganan kasus tersebut masih terus diperdalam. Endi enggan berspekulasi apakah perbuatan yang dilakukan Briston tergolong perselingkuhan atau perzinahan. Sebab, Briston tidak tertangkap tangan.

Menurut Endi, Briston langsung melarikan diri saat diketahui berselingkuh. "Kalau mau dijerat perzinahan harus ada bukti kuat," katanya, Jumat, 1 Maret 2013.

Penanganan kasus tersebut dilakukan Bidang Propam Polda Sulselbar untuk menjamin netralitas. Briston pun sudah ditahan di Markas Polda Sulselbar. "Paling tidak, dia kena pelanggaran disiplin dan kode etik," ujar Endi.

Endi menambahkan, tidak tertutup kemungkinan Briston dijerat dengan pasal pidana. Namun, sanksi pidana bisa diterapkan bila hasil pemeriksaan membuktikan keduanya melakukan perbuatan yang tergolong tindak pidana.

Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, Zulkifli Hasanuddin, meminta agar Briston ditindak secara tegas. Tuduhan terhadapnya tidak boleh sebatas perselingkuhan. "KUHP tidak mengatur soal selingkuh, hanya perzinahan," ucapnya.

Zulkifli mengakui, penjeratan Briston dengan pasal perzinahan harus didasari bukti yang kuat, seperti tertangkap tangan melakukan perbuatan tersebut. Namun, kepolisian harus cermat dalam menangani kasus tersebut.

Briston, pelaksana tugas Kepala Kepolisian Sektor Bulukumba, dan seorang perempuan, diketahui berselingkuh pada Rabu malam. Kasus tersebut membuat keluarga suami perempuan itu, Rafiuddin, yang sehari-hari bertugas di Kepolisian Resor Bulukumba, murka. Rumah tempat perselingkuhan nyaris dibakar.

Bahkan, Kamis kemarin, 28 Februari 2013, pihak keluarga bersama sejumlah aktivis berunjuk rasa di Markas Polres Bulukumba. Mereka menuntut agar Briston segera dipecat. Polres Bulukumba diberi tenggat 1 x 24 jam. Jika tidak, unjuk rasa kembali dilakukan dengan jumlah massa yang lebih banyak.

TRI YARI KURNIAWAN

Baca juga:

Bradley Manning Beber Pembocoran Rahasia Wikileaks

Paus Benediktus Janji Akan Patuhi Penerusnya

Amerika Serikat Sokong Senjata Pemberontak Suriah

Bangladesh Hukum Mati Pemimpin Partai Jamaat

Thailand dan Pemberontak Sepakat Bertemu

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.