Kasus Simulator, Kapolri 'Curhat' ke Mantan-mantan Kapolri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus dugaan korupsi alat simulasi kendaraan roda dua dan empat rupanya membuat Kepala Polri, Jenderal Polisi Timur Pradopo 'pusing'. Kapolri sampai harus mengundang beberapa mantan Kapolri untuk dimintai pendapatnya mengenai kasus tersebut.

Saat ini, pertemuan antara Kapolri dan sejumlah mantan Kapolri sedang berlangsung di Ruang Mutiara Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Senin (6/8). Wakil Kepala Bareskrim Polri, Irjen Saud Usman Nasution dan Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Anang Iskandar juga ikut hadir dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan ini dimulai usai acara pengumpulan perwira-perwira menengah (pamen) di Gedung Utama PTIK yang dimulai pukul 08.00 WIB. Pengumpulan para pamen ini juga diduga terkait dengan kasus dugaan korupsi simulator ini.

Bahkan beberapa jenderal polisi bintang tiga juga terlihat keluar usai menghadiri acara tersebut. Sebut saja Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian (Lemdikpol), Komjen Oegroseno dan Kepala Badan Pemeliharaan Kemananan (Baharkam) Polri, Komjen Imam Soedjarwo.

"Kapolri dihadapkan 1.376 pamen di PTIK untuk meneguhkan komitmen anti KKN, siapapun harus ditindak. Para pamen diminta tidak melakukan KKN," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Anang Iskandar dalam pesan singkat kepada wartawan, Senin (6/8).

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan simulator kendaraan roda dua dan empat. Empat tersangka ini yaitu mantan Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Irjen Djoko Susilo, Wakorlatas Brigjen Didik Purnomo, Direktur Utama PT ITI Sukotjo Bambang dan Dirut CMMA Budi Susanto.

Namun tiba-tiba Polri juga mengeluarkan pernyataan tengah melakukan penyelidikan dalam kasus tersebut. Bahkan sudah naik ke tingkat penyidikaan dengan tiga tersangka, namun tanpa menyentuh Irjen Djoko Susilo.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.