Kasus Suap Daging, Bos Indoguna Tak Ada Sejak Selasa

TEMPO.CO, Jakarta - Pihak keluarga mengaku tidak mengetahui keterlibatan Juardi Effendi, Direktur Utama PT Indoguna Utama, yang diduga melakukan transaksi suap untuk memperlancar penambahan kuota daging. "Saya tidak mengetahui masalah itu," ujar Usman, kakak kandung Juardi, Rabu 30 Januari 2013.

 

Dia mengatakan, baru datang dari kampung halamannya di Makassar, dan menginap di kediamannya yang berjarak dua blok di seberang rumah adiknya. Lebih lanjut, Usman, juga tidak mengetahui informasi penggeledahan rumah Juardi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa 29 Januari 2013 malam. "Saya tidak mengetahui informasi apapun. Saya baru menginap kemarin, dan berencana pulang besok," kata Usman menegaskan.

 

Juardi Effendi diketahui tinggal di Perumahan Menteng Metropolitan Blok C4/12A RT 08 RW 07, Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Saat Tempo menyambanginya, kediaman bos PT Indoguna Utama itu tampak sepi. Kakak Juardi juga mengatakan bahwa adiknya tengah berpergian sejak Selasa kemarin.

 

Gerbangnya pun tertutup rapat dan terkunci gembok dari luar. Namun tampak lampu menyala terang di dalam rumah bercat putih itu. Di halaman rumah juga terlihat beberapa baju basah yang menggantung di jemuran. Selain itu, di seberang rumah Juardi juga terparkir mobil BMW hitam bernomor polisi B 8005 NH. "Saya kira ada orangnya," kata M Syafei, petugas keamanan di perumahan setempat.

 

Menurut Syafei, mobil sedan hitam mewah yang terparkir itu milik anak laki-laki Juardi. Namun dia tidak mengetahui identitas lengkap anaknya. Belakangan, Syafei menambahkan, rumah itu sudah lama tidak ditinggali terduga kasus korupsi dana importir daging sapi tersebut. "Sejak menikah, anak itu tinggal di kediaman bapaknya," ujarnya.

MUHAMMAD GHUFRON

 

Berita Populer

Gadis Seksi di Operasi Tangkap Tangan KPK

Irwansyah Bebas, Raffi Ahmad: Yah Lu Pulang...

Melongok Rumah Raffi Ahmad di Lebak Bulus

KPK Tangkap Perantara Suap Politikus

KPK Tangkap Tangan Tiga Pelaku Suap

KPK Sita 2 Plastik Penuh Duit Pecahan Rp 100 Ribu

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.