Kasus Suap Eks Wali Kota Yogyakarta, KPK Dalami Keterlibatan Korporasi

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mendalami dugaan adanya pemufakatan jahat jajaran direksi PT Summarecon Agung Tbk (SMRA). Mereka diduga sepakat memberi suap kepada Wali Kota Yogyakarta, yang saat itu dijabat Haryadi Suyuti, untuk memuluskan penerbitan IMB Apartemen Royal Kedhaton, Malioboro, Yogyakarta.

"Apakah kemudian ini (suap) ada kesepakatan sebuah BOD (Board of Directors atau direksi) atau sebuah perusahaan atau sebuah korporasi yang nanti akan kami cari ke sana pada saat (pemeriksaan) saksi-saksi. Kalau kemungkinan ada, ternyata ini adalah perbuatan korporasi, ya (meminta pertanggungjawaban hukum) korporasi, kan, begitu," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (24/6).

Ali menyatakan KPK tidak ragu mengembangkan setiap informasi yang diterima baik saat proses pemeriksaan saksi maupun informasi lainnya dari masyarakat. Ali menegaskan KPK tak ragu dalam menjerat PT Summarecon Agung sebagai tersangka korporasi.

"Kalau kemudian bukti permulaan itu cukup menetapkan orang atau pun bahkan koorporasi itu tersangka, pasti kami akan naikan proses selanjutnya," kata Ali.

KPK Berpengalaman Jerat Tersangka Korporasi

Ali mengatakan, lembaga antikorupsi berpatokan pada PERMA Nomor 13 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penanganan Perkara Tindak Pidana Korporasi. KPK juga sudah berpengalaman dalam menjerat dan mengusut tersangka korporasi atas dugaan pemberi suap.

"(Yurisprodensi korporasi sebagai penyuap) ada. Subjeknya saja yang berbeda, kalau kemudian korporasi itu kan kalau kesepakatan dalam sebuah rapat direksi misalnya atau badan BOD-nya misalnya," kata Ali.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Summarecon Agung Adrianto Pitojo Adhi dicecar tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal adanya dana khusus dari PT Summarecon Agung untuk Wali Kota Yogyakarta 2017-2022 Haryadi Suyuti.

Selain terhadap Adrianto, hal tersebut juga diselisik tim penyidik KPK kepada Direktur Keuangan PT. Sumarecon Agung Lidya Suciono, Sekretaris Direktur Utama PT Summarecon Yusnita Suhendra, Staf Finance PT Summarecon Christy Surjadi, Staf Finance PT Summarecon Valentina Aprilia, dan Direktur PT Java Orient Property Dandan Jaya Kartika. Mereka diperiksa di Gedung KPK pada Selasa, 21 Juni 2022.
Reporter: Fachrur Rozie/Liputan6.com. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel