Kasus Suap Eks Wali Kota Yogyakarta, Dirut Summarecon Agung Dicecar soal Dana Khusus

Merdeka.com - Merdeka.com - Direktur Utama PT Summarecon Agung Adrianto Pitojo Adhi telah diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia dicecar soal adanya dana khusus dari PT Summarecon Agung untuk Wali Kota Yogyakarta 2017-2022 Haryadi Suyuti.

Adrianto Pitojo Adhi diperiksa penyidik sebagai saksi kasus dugaan suap pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) Apartemen Royal Kedhaton di Malioboro, Yogyakarta yang digarap anak usaha Summarecon Agung, PT Java Orient Property.

Selain kepada Adrianto, dana khusus itu juga diselisik tim penyidik KPK kepada Direktur Keuangan PT Sumarecon Agung Lidya Suciono, Sekretaris Direktur Utama PT Summarecon Yusnita Suhendra, Staf Finance PT Summarecon Christy Surjadi, Staf Finance PT Summarecon Valentina Aprilia, dan Direktur PT Java Orient Property Dandan Jaya Kartika. Seluruhnya diperiksa di Gedung KPK pada Selasa (21/6).

"Seluruh saksi hadir memenuhi panggilan tim penyidik dan dikonfirmasi antara lain terkait aktivitas keuangan dari PT Summarecon Agung Tbk dan dugaan adanya peruntukan dana khusus untuk memperlancar pengusulan penerbitan izin ke Pemkot Yogyakarta," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (22/6).

KPK Dalami Pemberian Fasilitas

Tak hanya soal dugaan adanya pemberian uang, PT Summarecon Agung juga diduga memberikan fasilitas kepada Haryadi Suyuti. Fasilitas itu untuk mempercepat proses perizinan pembangunan apartemen.

"Selain itu didalami juga terkait dugaan adanya fasilitas khusus untuk HS (Haryadi Suyuti) selama proses pengurusan izin dari PT Summarecon Agung Tbk," jelas Ali.

Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi memilih kabur dan menghindari awak media seusai diperiksa tim penyidik KPK, Selasa (21/6). Dia terlihat keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 19.30 WIB. Mengenakan kemeja biru dan masker putih, Adrianto menghindari awak media dengan langkah cepat sambil menunduk.

Saat berada di luar area Gedung Merah Putih KPK, Adrianto bergegas masuk mobil yang menjemputnya. Berbagai pertanyaan awak media tak digubrisnya, termasuk mengenai suap yang diberikan Oon kepada Haryadi Suyuti.

KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus ini, yakni eks Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemkot Yogyakarta Nurwidhihartana, dan sekretaris pribadi Haryadi Triyanto Budi Yuwono sebagai penerima suap.

Lalu tersangka pemberi suap yakni Vice President Real Estate Summarecon Agung Oon Nusihono.

Reporter: Fachrur Rozie/Liputan6.com. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel