Kasus Suap Eks Wali Kota Haryadi, Pemkot DIY Periksa IMB Apartemen Royal Kedhaton

Merdeka.com - Merdeka.com - Eks Wali kota Yogyakarta Haryadi Suyuti ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena dugaan kasus suap terkait izin mendirikan bangunan (IMB) Apartemen Royal Kedhaton yang berada di kawasan Malioboro.

Penjabat Wali kota Yogyakarta Sumadi mengatakan pascadugaan kasus suap ini terungkap, Pemkot Yogyakarta langsung melakukan pengecekan terhadap IMB tersebut.

"Kami akan mencermati apa yang sudah dilakukan. Mencermati apa yang sudah dikeluarkan. Mencermati apakah sudah sesuai ketentuan atau belum," kata Sumadi saat dihubungi wartawan, Jumat (3/6).

apartemen royal kedhaton
apartemen royal kedhaton

©2022 Merdeka.com

Terkait apakah akan dicabut IMB tersebut, Sumadi mengaku belum tahu. Dirinya masih akan menunggu dan mencermati IMB itu.

"Saya belum bisa memutuskan. Kan mencermati dulu. Nanti akan ada verifikasi dulu dari teman-teman di lapangan," ucap Sumadi.

Sumadi yang dilantik menjadi Penjabat Wali kota Yogyakarta pada 22 Mei 2022 lalu ini menambahkan saat ini sudah ada Perda yang baru untuk mengatur perizinan di Kota Yogyakarta termasuk tentang IMB. Nantinya, lanjut Sumadi, semua perizinan harus mengacu pada Perda itu.

Tim Satgas KPK menangkap mantan Wali Kota yogyakarta Haryadi Suyuti. Penangkapan dilakukan tim Satgas KPK dalam operasi senyap digelar di Yogyakarta dan DKI Jakarta.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menjelaskan, konstruksi perkara kasus dugaan suap terhadap Wali Kota Yogyakarta (2017-2022) Haryadi Suyuti (HS).

Menurut Alex, kasus dimulai pada sekitar tahun 2019. Saat itu, Tersangka Oon Nusihono (ON) selaku Vice President Real Estate PT Summarecon Agung Tbk melalui Dandan Jaya selaku Dirut PT JOP (Java Orient Property) dimana PT JOP adalah anak usaha dari PT SA Tbk, mengajukan permohonan IMB (izin mendirikan bangunan).

“Mengatasnamakan PT JOP untuk pembangunan apartemen Royal Kedhaton yang berada di kawasan Malioboro dan termasuk dalam wilayah Cagar Budaya ke Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemkot Yogyakarta,” kata Alex saat jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (3/6/2022).

Kemudian, kata Alex, proses permohonan izin berlanjut di tahun 2021 dan untuk memuluskan pengajuan permohonan tersebut, ON dan Dandan Jaya diduga melakukan pendekatan dan komunikasi secara intens serta kesepakatan dengan HS yang saat itu menjabat selaku Walikota Yogyakarta periode 2017 s/d 2022.

“Diduga ada kesepakatan antara ON dan HS, antara lain HS berkomitmen akan selalu “mengawal” permohonan izin IMB dimaksud dengan memerintahkan Kadis PUPR untuk segera menerbitkan izin IMB dan dilengkapi dengan pemberian sejumlah uang selama proses pengurusan izin berlangsung,” beber Alex.

Alex mengungkap, dari hasil penelitian dan kajian yang dilakukan Dinas PUPR, ditemukan adanya beberapa syarat yang tidak terpenuh, yaitu terdapat ketidaksesuaian dasar aturan bangunan khususnya terkait tinggi bangunan dan posisi derajat kemiringan bangunan dari ruas jalan.

Alex memastikan, HS mengetahui bahwa terjadi kendala di lapangan. Dia pun menerbitkan surat rekomendasi yang mengakomodir permohonan ON dengan menyetujui tinggi bangunan melebihi batas aturan maksimal sehingga IMB dapat diterbitkan.

“Selama proses penerbitan izin IMB ini, diduga terjadi penyerahan uang secara bertahap dengan nilai minimal sekitar sejumlah Rp50 juta dari ON untuk HS melalui NWH (Nurwidhihartana), Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP. Pemkot Yogyakarta, dan TBY (Triyanto Budi Yuwono), Sekretaris Pribadi merangkap ajudan HS,” bongkar Alex.

Atas skema terseut, akhirnya pada tahun 2022, IMB pembangunan apartemen Royal Kedhaton yang diajukan PT JOP bisa terbit dan pada 2 Juni 2022. ON pun datang ke Yogyakarta untuk menemui HS dirumah dinas jabatan Walikota dan menyerahkan uang sejumlah sekitar USD 27.258 ribu.

“Uang itu dikemas dalam tas goodiebag melalui TBY sebagai orang kepercayaan HS dan sebagian uang tersebut juga diperuntukkan bagi NWH,” tutur Alex.

“Selain penerimaan tersebut, HS juga diduga menerima sejumlah uang dari beberapa penerbitan izin IMB lainnya dan hal ini akan dilakukan pendalaman oleh Tim Penyidik,” Alex memungkasi. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel