Kasus suap impor daging, KPK periksa pejabat bank dan notaris

MERDEKA.COM. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Manajer PT Bank Muamalat Indonesia cabang Kalimas, Giarti Andiningrum. Dia diperiksa sebagai saksi dalam perkara kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian, serta tindak pidana pencucian uang.

Selain memeriksa Giarti, KPK memanggil empat saksi lainnya. Yakni dua notaris, Irma Bonita, dan Nuke Nurul Soraya, satu pihak swasta bernama Asuan, serta seorang karyawan Abdullah Sani.

"Mereka dipanggil sebagai saksi tersangka AF dan LHI," kata Kepala Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, lewat pesan singkat, Senin (1/4).

KPK telah menetapkan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dan Ahmad Fathanah menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan kuota impor daging sapi. Selain Luthfi, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya yakni; Ahmad Fathanah dan dua Direktur PT Indoguna Utama, Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi.

Luthfi juga ditetapkan KPK sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Luthfi dijerat dengan Pasal 3 atau Pasal 4 dan Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Baca juga:
Tersangka suap impor daging janji traktir makan steak
KPK tetapkan Luthfi Hasan Ishaaq jadi tersangka pencucian uang
Kasus impor daging sapi, KPK periksa ibu rumah tangga

Topik Pilihan:
Pelecehan seksual | Kapolsek Dikeroyok | Arab Saudi | Penembakan Lapas | Soeharto

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.