Kasus Suap Lelang Jabatan, Eks Sekda Tanjungbalai Yusmada Dituntut 2 Tahun Penjara

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Medan Eks Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungbalai, Yusmada, dinilai bersalah dalam kasus suap mantan Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial sebesar Rp 100 juta. Atas pebuatannya, Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Yusmada 2 tahun penjara.

Tuntutan terhadap Yusmada disampaikan Penuntut Umum KPK, Siswhandono, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-401 Kota Tanjungbalai, Senin (27/12/2021), dan disampaikan dalam persidangan yang digelar di Ruang Cakra VIII, Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Yusmada dinilai bersalah melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Meminta majelis hakim menjatuhkan terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun dan denda Rp 200 juta. Apabila tidak dibayar, diganti dengan kurungan selama 4 bulan," kata Siswhandono di hadapan majelis hakim diketuai Eliwarti.

Untuk diketahui, dalam nota tuntutannya, Penuntut Umum KPK menyebutkan pertimbangan tuntutan antara lain, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah memberantas tindak pidana korupsi.

"Yang meringankan terdakwa bersikap sopan, serta menyesal dan mengakui perbuatannya," sebut Siswhandono dalam persidangan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sidang Ditunda

Sekretaris Daerah Kota Tanjungbalai, Yusmada usai rilis penetapan tersangka dan penahanan, Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/8/2021). Yusmada ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi lelang mutasi jabatan di Pemkot Tanjungbalai tahun 2019. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Sekretaris Daerah Kota Tanjungbalai, Yusmada usai rilis penetapan tersangka dan penahanan, Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/8/2021). Yusmada ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi lelang mutasi jabatan di Pemkot Tanjungbalai tahun 2019. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Persidangan kemudian ditunda hingga sepekan mendatang untuk mendengarkan pembelaan terdakwa. Dalam dakwaan yang dibacakan tim Penuntut Umum KPK, terungkap Yusmada menyuap Syahrial sebesar Rp 100 juta.

Terungkap juga, uang suap itu berdasarkan permintaan dari Syahrial. Siswandono mengatakan, awalnya Yusmada ditemui orang kepercayaan Syahrial, Sajali Lubis alias Jali, menyampaikan informasi terpilih menjadi Sekda Kota Tanjungbalai.

Yusmada juga diminta menyiapkan uang sebesar Rp 500 juta untuk Syahrial. Terdakwa hanya sanggup menyerahkan Rp 200 juta, dan menyerahkan terlebih dahulu Rp 100 juta.

Terpilih Sebagai Sekda

Sekretaris Daerah Kota Tanjungbalai, Yusmada saat rilis penetapan tersangka dan penahanan, Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/8/2021). Yusmada ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi lelang mutasi jabatan di Pemkot Tanjungbalai tahun 2019. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Sekretaris Daerah Kota Tanjungbalai, Yusmada saat rilis penetapan tersangka dan penahanan, Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/8/2021). Yusmada ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi lelang mutasi jabatan di Pemkot Tanjungbalai tahun 2019. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Yusmada diketahui berhasil lolos hingga 3 besar seleksi Sekda Tanjungbalai, mendapat penilaian sebesar 290.53 (sangat disarankan). Kemudian 5 September 2019, Syahrial memutuskan memilih Yusmada sebagai Sekda Kota Tanjungbalai dengan menerbitkan Surat Keputusan (SK).

SK Wali Kota Tanjungbalai tersebut Nomor : 820/445/k/2019 tentang Mutasi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kota Tanjungbalai.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel