Kasus Suap Pegawai BPK, KPK Geledah Rumah Diduga Milik Ketua DPRD Sulsel

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap terhadap pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sulawesi Selatan (Sulsel) terkait laporan keuangan Pemprov Sulsel tahun anggaran 2020.

Setelah beberapa hari lalu melakukan pemeriksaan, kali ini KPK melakukan penggeledahan di rumah milik Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari Jalan Pelita Raya Tengah, Kelurahan Buakana, Kecamatan Rappocini, Makassar, Rabu (2/11).

Saat merdeka.com mendatangi rumah, rumah yang juga menjadi kantor notaris atas nama Ina Kartika Sari tersebut sudah kosong. Berdasarkan keterangan warga sekitar, sempat melihat dua mobil dan juga beberapa polisi menggunakan pakai Brimob datang sekitar pukul 11.00 Wita.

"Ada dua mobil warna silver tadi, satu parkir di sini (depan kantor notaris Ina Kartika Sari) dan satunya lagi parkir di sana (samping kantor notaris). Ada beberapa orang yang pakai baju polisi kayak Brimob," ujar warga yang enggan disebutkan namanya.

Terpisah Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri membenarkan adanya giat penggeledahan rumah di Jalan Pelita Raya Tengah, Kelurahan Buakana, Kecamatan Rappocini, Makassar, Rabu (2/11). Diduga rumah yang digeledah KPK adalah milik Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari.

"Hari ini (2/11), Tim penyidik KPK melaksanakan penggeledahan di salah satu kediaman pribadi yang berada di jalan Pelita Raya Kecamatan Rappocini, Kota Makassar," ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Hanya saja Ali Fikri tak mengungkapkan sosok pemilik rumah yang digeledah oleh penyidik KPK. Ia hanya mengatakan penggeledahan terkait penyidikan perkara dugaan suap pemeriksaan laporan keuangan Pemprov Sulsel dengan tersangka AS dkk yang merupakan pegawai BPK wilayah Sulsel.

"Sejauh ini kegiatan masih berlangsung dan perkembangannya akan kami informasikan nanti," ucapnya.

Sebelumnya, Ali Fikri membenarkan terkait pemeriksaan Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari di Polda Sulsel. Selain Andi Ina, KPK juga empat orang lainnya, termasuk Sekretaris DPRD Sulsel, M Jabir.

"Pemeriksaan terkait penyidikan perkara dugaan pemberian suap untuk pemeriksaan laporan keuangan Pemprov Sulsel tahun anggaran 2020 di Dinas PUTR (Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) dengan tersangka Andy Sonny.

Ali menyebutkan eks Ketua DPRD Sulsel, M Roem juga diperiksa. Begitu pula Pelaksana tugas (Plt) Kepala BKAD Sulsel Junaedi, dan Bendahara Pengeluaran Sekretariat DPRD Sulsel tahun 2019, Darusman Idham.

Dia tak menjelaskan hasil pemeriksaan terhadap lima orang saksi tersebut. Alasannya, dirinya belum mendapatkan laporan hasil pemeriksaan.

Sementara Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari yang coba dikonfirmasi melalui telepon tidak merespon. Begitu pula Sekretaris DPRD Sulsel, M Jabir tak merespon telepon. [fik]