Kasus Tabrak Lari, CEO yang Benar Itu Bukan Bawa Pistol Tapi...

Syahdan Nurdin, GoenardjoadiGoenawan
·Bacaan 1 menit

VIVA - Muhammad Farid Andika, yang diketahui sebagai CEO startup Restock.id, terbelit kasus hukum dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya. Farid menjadi tersangka terkait aksi viral penodongan pistol di Duren Sawit, Jakarta Timur, dan ditahan.

Merespons kasus yang menimpa Farid, pihak Restock pun buka suara. Chief of Sales Restock.id, Rega Sardjono menyampaikan untuk sementara CEO Restock.id dijabat oleh Tiar Nabilla Karbala yang sebelumnya menjabat sebagai komisaris perusahaan menggantikan Muhammad Farid Andika yang baru saja mengundurkan diri.

"Untuk sementara kami telah menunjuk Tiar Nabilla Karbala sebagai CEO Restock.id. Insyallah minggu depan kita akan bantu startup yang fenomenal dengan nilai investasi yang cukup besar dari yang sebelum-sebelumnya. Kami mengajak masyarakat untuk objektif dan tenang dalam menanggapi isu yang ada," kata Rega.

CEO BAWA PISTOL

Para CEO mungkin merasa lebih besar rada pede nya saat membawa pistol. Namun oower sesungguhnya bukan pistol.

Anda tidak akan bisa mendalami jenjang Power dengan pistol. Kekuasaan sesungguhnya datang dasarnya dari mercy.

Misalnya, saat Anda masuk bekerjasama dengan seorang jenderal, tidak ada gunanya bawa pistol. Tapi menggunakan itikad baik.

Bagaimana bila CEO nabrak seseorang? Pertama, dia harus menyelesaikan persoalan dengan korban. Jauh lebih cepat bawa korban ke UGD. Atau lebih cepat dia ke ATM bayar.

Kedua, apabila dia merasa terancam, sebagai CEO lebih cepat dia telepon temannya di Buser atau intel kodam.

Bahkan banyak perwira TNI pun (bagian kesehatan, misalnya) pada saat anaknya kecelakaan atau tertangkap, tetap minta tolong bagian reserse atau intel.