Kasus Tanah Nirina Zubir, Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Baru

Merdeka.com - Merdeka.com - Kasus mafia tanah dengan Korban keluarga artis Nirina Raudhatul Jannah Zubir atau yang lebih akrab dengan Nirina Zubir terus diusut Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polds Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan menyebut, penyidik Subdit Harda mendalami fakta persidangan terhadap lima terdakwa. Terkini, ada tiga orang baru yang ditetapkan sebagai tersangka yakni MAS, AEO dan C.

"Penyidik Subdit Harda melakukan pengembangan berdasarkan petunjuk persidangan ditetapkan 3 tersangka baru dan sudah kita amankan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan dalam konferensi pers, Rabu (13/7).

Dia menerangkan, masing-masing peran tersangka. Diawali dari MAS yang membantu mendanai proses balik nama terhadap Sertifikat Hak Milik No.5774/Srengseng pemegang hak atas nama Vinta Kurniawaty.

Sertifikat dialihkan menjadi atas nama Riri Khasmita, mantan pengasuh orangtua Nirina Zubir. Saat ini berstatus terdakwa

Selanjutnya, peran AEO yang merupakan pegawai Bank BUMN. Dia disebut membantu pencairan kredit dengan jaminan sertifikat atas nama tersangka.

Terakhir, tersangka C yang perannya membuat surat kuasa palsu, membuat laporan polisi kehilangan AJB palsu di Polres Metro Jakarta Utara. Dia juga menerima uang pembagian hasil.

Di samping tiga orang tersangka, ada satu orang berinisial RAP yang kini masih daftar buron. Adapun perannya membantu pembiayaan proses balik nama sertifikat tanah.

"Satu lagi DPO inisial RAP peran turut membantu pembiayaan proses balik nama sertifikat," ucap Zulpan.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 55 KUHP dan atau Pasal 56 KUHP dan atau Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 264 KUHP dan atau Pasal 266 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 3,4,5 UU Nomor 8 Tahun 2010.

Sebelumnya, mantan pengasuh orangtua Nirina Zubir yakni Riri Kasmita. Bersama suaminya, Erdianto secara diam-diam mengalihkan enam sertifikat tanah dan bangunan atas nama Rizkullah Ramdhan dan Nirina Zubir serta saudara yang lain.

Selain itu, tiga orang notaris yakni Faridah, Ina Rosaina, dan Erwin Riduan ternyata ikut membantu memuluskan rencana dari Riri Kasmita.

Kelima orang itu kini ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan pemalsuan dan penggelapan sertifikat tanah dan bangunan. Bahkan, tiga orang diantaranya telah dijebloskan ke bui.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 263 atau 264 atau 266 dan 376 KUHP.

Reporter: Ady Anugrahadi [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel