Kasus Theranos: Elizabeth Holmes Terancam 20 Tahun Penjara

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Santa Clara - Mantan CEO Theranos, Elizabeth Holmes, terancam 20 tahun penjara akibat kasus penipuan yang menjeratnya. Ia dinyatakan bersalah atas empat dari 11 tuduhan pidana.

Elizabeth Holmes sempat menjadi primadona di Silicon Valley berkat startup medis Theranos yang ia dirikan. Theranos menjanjikan bisa mengetes kondisi medis seseorang melalui darah dengan kuantitas kecil.

Menurut laporan CNN, Selasa (4/1/2021), Holmes dinyatakan bersalah karena menipu para investor. Meski demikian, ia tak dinyatakan bersalah atas tuduhan menipu pasien.

Juri di kasus Holmes terdiri atas delapan laki-laki dan empat perempuan.

Keganjilan dari Theranos diungkap oleh jurnalis The Wall Street Journal pada 2015. Hingga kemudian, seorang peniup peluit (whistleblower) bernama Tyler Schultz yang membongkar kebohongan Theranos ke publik.

Tyler Schultz adalah cucu dari mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat George Schultz yang merupakan anggota direksi dari Theranos. Tyler menyatakan bahwa mesin Edison milik Theranos tidak berfungsi sebagai mana yang dipasarkan.

Akibat dari hal itu, diagnosis kesehatan dari Theranos tidak tepat sasaran, bahkan ada kasus orang mengira dirinya berpotensi kena kanker parah saat memeriksa lewat Theranos.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pesona Holmes

Elizabeth Holmes, founder Theranos. Dok: Youtube Healthills
Elizabeth Holmes, founder Theranos. Dok: Youtube Healthills

Elizabeth Holmes dipuja-puji ketika baru naik daun. Ia memiliki persona yang sangat menonjol: mata biru yang dominan, suara yang dalam, hingga cara berpakaian yang mirip Steve Jobs.

Cara berpakaian Elizabeth juga mirip dengan Steve Jobs, yakni dengan turtle neck.

Pada buku Bad Blood tulisan jurnalis The Wall Street Journal, John Carreyrou, Elizabeth ternyata sosok pebisnis yang militan.

Ketika berita mengenai masalah Theranos mulai muncul di publik, Elizabeth dan jajarannya bersikap sangat agresif untuk melakukan pembungkaman.

Ia juga didukung dengan dewan direksi yang berpengaruh, mulai dari mantan Menlu AS George Schultz dan Henry Kissinger, hingga Jim Mattis yang kelak menjadi menteri pertahanan di era Donald Trump.

Elizabeth pernah bicara di acara Ted untuk membahas pengobatan, dan menjadi miliarder muda terkaya di AS versi Forbes.

Usai skandalnya terkuak, ia masuk daftar Pemimpin Paling Mengecewakan di Dunia versi Fortune pada 2016.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel