Kasus Turun Drastis, RS Darurat COVID-19 Kendal Nihil Pasien

Dedy Priatmojo, antv/tvOne
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kepatuhan protokol kesehatan, penerapan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro, serta pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Kendal menunjukkan hasil yang melegakan. Kasus COVID-19 terus menurun drastis.

Angka okupansi ruang perawatan terus berkurang. Bahkan Rumah Sakit Darurat COVID-19 yang dibangun untuk back up rumah sakit reguler, kini sudah kosong.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay, pasien COVID-19 yang butuh perawatan sudah bisa ditampung oleh RSUD dan rumah sakit swasta yang ada di Kendal. Itu pun okupansinya sekarang turun jadi sekitar 20 persen saja.

"Jadi, RS Darurat itu kan dibangun pada waktu itu karena rumah sakit yang sudah ada tidak punya ruang perawatan khusus dan ruang isolasi COVID-19 yang cukup. Nah, seiring turunnya angka kasus COVID-19, rumah sakit sudah bisa mengatasi bahkan ruangannya lega. Maka, RS Darurat sekarang hanya difungsikan sebagai tempat isolasi, itupun tak ada yang menempati sekarang," jelas Ferinando.

Turunnya angka COVID-19 di Kendal, menurut Ferinando karena ada tiga hal utama. Yang pertama karena masyarakat kini sudah patuh dan terbiasa dengan protokol kesehatan.

" Yang kedua karena penerapan PPKM yang membuat pergerakan warga jadi terbatas. Kemudian juga program vaksinasi yang punya pengaruh besar terhadap angka penurunan kasus COVID-19," ungkapnya.

Untuk terus menekan angka kasus COVID-19, ia meminta seluruh warga apapun profesinya, untuk mempertahankan tingkat kedisiplinan dan kepatuhan dalam melaksanakan protokol kesehatan.

Laporan: Teguh Joko Sutrisno/tvOne Semarang