Kasus Video Porno, Wakil Bupati Bogor Mangkir  

TEMPO.CO, Bandung -- Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturachman tak memenuhi panggilan penyidik Kepolisian Daerah Jawa Barat untuk diperiksa sebagai tersangka kasus video porno Wakil DPRD Jawa Barat Rudi Harsya Tanaya bersama seorang wanita berinisial L, Kamis, 23 Mei 2013. Ia mengaku sedang menghadiri acara PDI Perjuangan di Bali.

Juru bicara Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Martinus Sitompul, menjelaskan pukul 10.00 WIB tadi Karyawan seharusnya mulai diperiksa penyidik terkait keterlibatan dia dalam penyebaran pornografi seperti diatur Pasal 29 Undang-Undang Antipornografi. Namun, hingga lewat tengah hari sang tersangka tak jua muncul. (Lihat: Wakil Bupati Bogor Tersangka Kasus Video Mesum)

"Tadi memang ada keluarganya mengabarkan tersangka tak bisa datang untuk diperiksa karena katanya ada acara di luar kota,"ujar dia di kantornya, Kamis, 23 Mei 2013. Namun, kata dia, hari ini penyidik masih tetap menunggu kedatangan Karyawan. "Kalau sampai pukul 16.00 WIB tak juga datang, kami akan kirim dia surat panggilan kedua," kata Martinus.

Saat dihubungi, Karyawan mengaku tengah berada di suatu tempat di Bali mengikuti acara Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan terkait Pilkada Bali. "Ya, katanya ada undangan pemeriksaan dari Polda (Jawa Barat). Tapi saya tak bisa datang hari ini karena ini masih acara di Bali. Saya baru berangkat dari (Bogor ke Bali) kemarin pagi," kata dia.

Martinus juga menyebutkan, selain Karyawan, penyidik sejauh ini pula sudah menetapkan tersangka lain, seorang warga Bogor. Tersangka pria bernisial I ini juga sudah ditahan dan berkasnya siap dilimpahkan ke pengadilan. "Pelapor dan wanita yang ada di video nanti juga akan kami usut perannya secara terpisah. Begitu juga empat nama lain seperti J, R, dan E," kata dia.

Karyawan menolak menanggapi keputusan polisi menetapkan dia sebagai tersangka oleh polisi. "Karena sampai sekarang saya sendiri belum lihat surat panggilannya. Saya enggak bisa beri tanggapan dulu," kata dia seraya menutup kontak telepon genggamnya.

ERICK P. HARDI

Hangat:

Kisruh Kartu Jakarta Sehat | Menkeu Baru | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah

Perlu baca:

EDSUS Jala Cinta dan Uang Fathanah

Inilah Daftar Aliran Dana Fathanah ke 45 Perempuan

PKS: VW Caravella Milik Luthfi, bukan DPP

Lutfhi Minta Fee Impor Daging Naik 100 Persen

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.