Kasus Viral Ancam Patahkan Leher di Medan Berakhir Damai, Diinisiasi Bobby Nasution

Merdeka.com - Merdeka.com - Kasus pengancaman dan penganiayaan yang dilakukan pelaku Rizkan Putra terhadap petugas parkir elektronik di Kota Medan berakhir damai melalui restorative justice. Perdamaian itu diinisiasi Wali Kota Medan Bobby Nasution yang namanya sempat dikaitkan dengan peristiwa ini.

"Kami akan segera memproses penghentian penyidikan," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda, Selasa (10/5).

Saat ini laporan polisi terkait kasus pengancaman dan penganiayaan itu telah dicabut. Dengan kata lain, Rizkan yang merupakan warga asal Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, bisa menghirup udara bebas setelah ditangkap pada Senin 25 April 2022.

"Kami upayakan segala proses administrasi selesai hari ini. Karena itu juga keinginan dari kita semua," ujarnya.

Bobby Minta Laporan Dicabut

Sementara Bobby yang turut hadir dalam restorative justice di Mapolrestabes Medan, berharap tidak ada tuntutan antara pelaku Rizkan dengan petugas parkir elektronik yakni Anugrah.

"Saya selaku Wali Kota Medan meminta kepada Anugrah untuk bisa memaafkan Rizkan Putra. Kalau bisa permasalahan hukumnya juga diselesaikan melalui mekanisme mencabut laporan," ucapnya.

Seperti diberitakan, Rizkan sempat bersitegang dengan petugas e-parking di Jalan Rahmadsyah, Kota Medan, Sabtu (23/4) sekitar pukul 15.25 WIB. Penganiayaan dan pengancaman yang dilakukan Rizkan terhadap petugas e-parking terjadi saat pembayaran biaya parkir.

Namun, Rizkan menolak membayar biaya parkir menggunakan kartu e-toll lantaran ingin membayar secara tunai. Padahal di kawasan itu sudah mewajibkan menggunakan e-parking. Lalu, pria itu langsung mengancam petugas e-parking.

"Kau panggil bosmu ke sini. Ya Pak Bobby kau panggil ke sini biar aku patahkan batang lehernya sekalian. Mau kau? Atau aku patahkan saja batang lehermu?" ucapnya.

Kemudian, salah seorang rekan pria yang mengancam itu langsung tancap gas mobil sehingga tangan petugas e-parking terluka. Selanjutnya, video pengancaman itu viral. Rizkan pun ditangkap. Saat ditanya dia mengaku tidak tahu Bobby yang dimaksud petugas parkir adalah Wali Kota Medan yang juga menantu Presiden Jokowi. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel