Kasus Virus Corona di Singapura Naik Jadi 187, 2 Pasien di Antaranya WNI

Liputan6.com, Singapura - Dua Warga Negara Indonesia (WNI) dinyatakan positif Virus Corona COVID-19. Mereka tiba di Singapore pada 9 Maret 2020.

Mengutip Mothership.sg, pada Kamis (12/3/2020), hal itu diketahui dari pengumuman sembilan kasus baru Virus Corona COVID-19 di Singapura. Di mana kini jumlah totalnya 187.

Dari daftar tersebut, lima kasus impor, termasuk dua warga negara Indonesia (Kasus 181 dan 182) yang tiba di Singapura pada 9 Maret.

Kasus 181 adalah seorang pria Indonesia berusia 83 tahun yang dipastikan terinfeksi COVID-19 pada pagi hari tanggal 12 Maret. Dia saat ini dirawat di Rumah Sakit Gleneagles.

Kasus 182 melibatkan seorang warga negara Indonesia, wanita berusia 76 tahun yang tiba di Singapura pada hari yang sama dengan Kasus 181. Dia merupakan anggota keluarga dari kasus 181, dipastikan terinfeksi COVID-19 pada 12 Maret pagi, dan saat ini dirawat di ruang isolasi di Rumah Sakit Gleneagles. 

Tidak jelas kapan mereka mengalami gejala.

Sebelum dua kasus ini, tiga warga negara Indonesia yang menunjukkan gejala Virus Corona COVID-19 di Indonesia melakukan perjalanan ke Singapura pada hari yang terpisah. Ketiganya lalu ke rumah sakit Singapura pada hari kedatangan mereka.

Data dari Kementerian Kesehatan Singapura, moh.gov.sg, menyebutkan bahwa hingga saat ini total 96 kasus telah sepenuhnya pulih dari infeksi Virus Corona COVID-19. Mereka telah dipulangkan.

Dari 91 kasus yang dikonfirmasi masih dalam perawatan di rumah sakit, sebagian besar dalam kondisi stabil atau membaik. Sembilan lainnya dalam kondisi kritis di unit perawatan intensif.

Rekap Kasus Virus Corona di Singapura Per 11 Maret

Ilustrasi bendera Singapura - Portrait (Wikimedia Commons)

Sebelumnya pada 11 Maret, 12 kasus baru diumumkan, termasuk tiga kasus impor prajurit Angkatan Udara Republik Singapura yang kembali dari Prancis dan seorang perawat staf di Rumah Sakit Umum Ng Teng Fong.

Ada juga satu kasus baru dari Cluster SAFRA Jurong.

Kementerian Kesehatan juga mengidentifikasi sekitar 90 warga Singapura yang mungkin terpapar COVID-19 di acara keagamaan di Kuala Lumpur. Sekitar 10.000 orang hadir di kegiatan tersebut.

Pada hari Kamis (12 Maret), Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS) mengatakan bahwa mereka telah menerima informasi dari Kementerian Kesehatan bahwa beberapa warga Singapura telah dinyatakan positif.

Mereka juga mengatakan akan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk membantu upaya penelusuran kontak yang sedang berlangsung.