Kasus Warga Jambi Dapat Daging Babi Jelang Lebaran Jalan di Tempat

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kasus adanya puluhan warga Perumahan Bougenville, Kelurahan Kenali Besar, Simpang Rimbo, Kota Jambi yang menerima daging babi dari seorang okhum inisial EI sampai saat ini belum terungkap jelas.

Kasus ini bermula dari daging yang dijual mural seharga Rp100 ribu per kg. Lalu warga berinisiatif meminta pengujian ke laboratorium Dinas Peternakan Kota Jambi dan hasilnya 80 persen mengandung daging babi. Lalu pihak labolatorium Dinas Peternakan langsung menguji ke laboratorium Dinas Peternakan Padang, Sumatera Barat dan hasilnya dinyatakan 100 persen mengandung daging babi.

Warga kemudian amat terkejut dengan temuan tes laboratorium itu.

Tidak sampai di situ, meski diakui oleh Dinas Peternakan, daging itu 100 persen mengandung daging babi namun pihak Satreskrim Polresta Jambi belum mempercayai sampel tersebut. Pihaknya langsung menguji kembali sampel daging ke Bukit Tinggi, Sumatera Barat demi mengungkap fakta. Namun sampai saat ini sampel tersebut belum juga diterima oleh pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polresta Jambi Kompol Handres mengatakan, terkait viral adanya penjualan daging babi di perubahan Bougenville masih dalam tahap penyelidikan.

"Terkait kasus penjualan daging babi kepada warga Bougenville masih didalami," ujar Handres pada Rabu, 14 Juli 2021.

Handres menyebutkan, setelah adanya laporan ke Polresta Jambi terkait warga yang menerima daging babi, pihaknya sudah mengirim sampel daging ke Bukit Tinggi untuk di uji labolatorium dengan tujuan memastikan kandungan daging.

"Tidak hanya labolatorium Peternakan Provinsi Jambi, kita juga mengirim sampelnya ke Labolatorium di Bukit Tinggi, Provinsi Sumatera Barat," kata dia.

Handres mengatakan, terkait tersangka ia hanya menyebutkan agar awak media menunggu rilis resmi dari mereka.

"Materi penyidikan, belum bisa kami sebarkan dan semoga terungkap," kata dia.

Terpisah, Ketua YLKI Ibnu Kholdun saat dikonfirmasi mengatakan, terkait laporan puluhan warga Bougenville merasa ditipu dengan daging babi itu suda dilaporkan ke Polresta Jambi. Dia masih menunggu hasil lab.

"Kita sudah konfirmasi pihak Polresta Jambi dan kabarnya menunggu hasil sampel daging ya kita tunggu saja dan semoga terungkap," kata Ibnu.

Sebelumnya, puluhan warga di RT 26 perumahan Bugenvil, Kota Jambi ditipu oleh penjual daging saat jelang Idul Fitri 13 Mei 2021. Mereka membeli daging yang harganya relatif murah dan ternyata setelah diuji ke lab di Dinas Peternakan dinyatakan mengandung daging babi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel