Kata Bos Pertamina Nicke Widyawati Didaulat Masuk Daftar Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati menempati posisi 17 dalam daftar 100 perempuan paling berpengaruh di dunia (Most Powerful Women International) versi Majalah Fortune.

Perihal pencapaian ini, Nicke menuturkan, posisi Pertamina sebagai perusahaan yang termasuk kategori Medium dalam implementasi ESG juga disandang perusahaan global Repsol, ENI, PTT Public Co, dan TotalEnergies.

Posisi tersebut berada di atas, Royal Ducth Shell, BP, Exxon Mobil yang masih terkategori High Risk dan Chevron, Petrobras dan Petronas yang dinilai masuk kategori Severe Risk.

Peringkat tersebut meningkat dengan adanya langkah-langkah terencana Pertamina dalam aksi penyelamatan iklim dan transisi energi menuju net zero, yakni dekarbonisasi operasional, bentuk portofolio untuk investasi pertumbuhan hijau, serta percepatan inovasi dan pertumbuhan hijau.

“Bersama seluruh manajemen dan pekerja Pertamina, saya akan memastikan seluruh inisiatif strategis untuk mewujudkan green transition terus berlanjut dan mampu mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca antara 29 – 41 persen pada tahun 2030,” kata dia.

Dia juga menjelaskan jika selama kepemimpinan di Pertamina, telah mencanangkan dan fokus menjalankan transisi energi dan langkah dekarbonisasi pada operasional perusahaan dari hulu hingga hilir.

Hal ini sejalan dengan penilaian atas implementasi aspek Environment, Social & Governance (ESG) Pertamina meningkat signifikan dari skor 41,6 atau termasuk kategori Several Risk (Februari 2021) menjadi 28,1 (Medium Risk) pada September 2021.

Perbaikan score tersebut telah menempatkan Pertamina di peringkat 15 perusahaan di industri dan peringkat 8 Sub-Industri Migas dunia.

CEO Lainnya di Daftar

Dirut Pertamina Nicke Widyawati memberikan keterangan pers terkait tumpahan minyak di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kamis (1/8/2019). Tumpahan minyak spill terjadi laut pantai utara Karawang dan Pertamina siap mengganti kerugian kepada semua pihak yang terimbas. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Dirut Pertamina Nicke Widyawati memberikan keterangan pers terkait tumpahan minyak di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kamis (1/8/2019). Tumpahan minyak spill terjadi laut pantai utara Karawang dan Pertamina siap mengganti kerugian kepada semua pihak yang terimbas. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Selain Nicke Widyawati terdapat sejumlah CEO global lain dalam daftar perempuan paling berpengaruh di dunia.

Ini antara lain CEO GlaxoSmithKline (1) Emma Walmsley, CEO Ping An Group (2) Jessica Tan, CEO Banco Santander (3) Ana Botin, dan CEO Macquarie Group Ltd (4) Shemara R Wikramanayake.

Berada di bawah Nicke, di antaranya, President Global Foods & Refreshment Unilever (23) Hanneke Faber, CEO Norsk Hydro (24) Hilde Merete Aasheim, CEO P&G (37) Alexandra Keith, dan CEO OCBC NISP (41) Helen Wong.

Majalah Fortune Internasional mengakui bahwa prestasi Nicke Widyawati sebagai pimpinan tertinggi perusahaan energi Pertamina di Indonesia telah terbukti dengan kemampuannya melewati tantangan triple shock yakni jatuhnya harga minyak, penurunan permintaan bahan bakar dan tekanan nilai tukar yang dialami Pertamina selama pandemi tahun 2020.

Fortune menilai, ketiga faktor tersebut telah menurunkan pendapatan dan laba Pertamina, namun pada paruh pertama 2021, di bawah kepemimpinan Nicke, Pertamina menunjukkan kondisi lebih baik dengan mencapai target produksi Migas.

Majalah ini mengakui, Nicke terus mendukung transisi energi Indonesia dengan membangun portofolio Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk memberikan energi bersih bagi negara di masa depan.

“Pengakuan ini merupakan bukti nyata besarnya kepercayaan internasional terhadap Pertamina yang terus bergerak mengantisipasi transisi energi,”ujar Nicke.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel