Kata Hyundai soal isu kenaikan harga BBM

Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Makmur menanggapi isu terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kendaraan bermotor.

Hal ini menyusul wacana pemerintah yang berencana untuk menyesuaikan harga BBM jenis Pertalite dan Solar bersubsidi per tanggal 1 September 2022.

"Kita tunggu saja naiknya berapa (persen). Namun, kita tetap optimis, walaupun pasti ada syok dan penyesuaian dari konsumen untuk mau beli kendaraan atau tidak. Kalau sekarang, kan, mereka (masih) tidak ada pilihan karena Pertalite adalah (BBM) paling murah saat ini," kata Makmur dalam temu media di Batu, Malang, Rabu (31/8) malam.

Baca juga: Stargazer dominasi penjualan Hyundai di GIIAS 2022

Saat ditanya seperti apa proyeksi Hyundai ke depan terkait pasar otomotif Indonesia, Makmur mengatakan pihaknya optimistis pertumbuhannya lebih baik daripada tahun lalu.

"Walaupun dengan (isu) inflasi, kenaikan BBM, kita optimistis industri otomotif di Indonesia akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, mengingat kebutuhan akan otomotif masih tinggi," jelasnya.

Dengan harga BBM naik, menurut Makmur, mampu membuka potensi dan peluang terkait minat kendaraan ramah lingkungan seperti kendaraan listrik (EV).

"Potensi EV pun semakin besar, apalagi dengan kenaikan BBM. Namun, sebenarnya, tanpa BBM naik pun, penerimaan EV sangat baik," kata dia.

Di sisi lain, Makmur merekomendasikan pengguna kendaraan segmen low MPV terbarunya yakni Stargazer untuk menggunakan BBM nonsubsidi seperti Pertamax, yang dinilai mampu memaksimalkan performa mobil.

"Kalau kita kejar performa, dengan kompresinya yang tinggi, maka, kita membutuhkan oktan yang tinggi juga," kata Makmur.

"Namun, apakah boleh pakai yang lebih rendah (Pertalite)? Boleh. Tidak ada masalah, yang penting gunakan BBM tanpa timbal. Tapi, kita rekomendasikan semakin tinggi oktannya, maka semakin baik," ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Hyundai Stargazer tersedia di Indonesia mulai harga Rp243.300.000 hingga Rp307.100.000.

Baca juga: Xiaomi akan bermitra dengan Beijing Automotive untuk produksi EV

Baca juga: Hyundai "recall" 247 unit Elantra 2022 karena masalah pada emblem

Baca juga: Hyundai, Kia tarik lebih 280.000 mobil di AS karena risiko kebakaran