Kata Jokowi Setelah Jajal Sirkuit Mandalika

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Dengan diresmikannya Sirkuit Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB), Presiden Joko Widodo atau Jokowi meyakini bahwa ajang-ajang kelas dunia siap digelar.

Jokowi pun sempat menceritakan pengalamannya saat menjajal Sirkuit Mandalika dengan motor pribadinya, Jumat (12/11/2022).

Saat lintasan sempat diguyur hujan, membuat Jokowi menjajalnya dengan hati-hati. Terutama mengingat kondisi sirkuit juga yang memiliki banyak tikungan tajam.

"Ini kan Sirkuit Mandalika sirkuit baru dan tadi kan juga baru saja hujan, jadi saya enggak berani ngebut. Meskipun enggak ngebut, saya kira yang lain-lain jauh tertinggal," ujar Jokowi kepada awak media usai meresmikan Sirkuit Mandalika, Jumat.

Dari garis start/finish, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir tampak memegang bendera kotak-kotak hitam putih atau dikenal sebagai chequered flag seraya mengayunkannya seiring dengan melajunya motor Jokowi.

Adapun motor yang ditumpangi Jokowi adalah Kawasaki W175 yang telah dimodifikasi. Motor tersebut sebelumnya pernah dipakai oleh Jokowi saat menjajal jalan perbatasan trans-Kalimantan yang terletak di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Kamis, 19 Desember 2019.

Berikut sederet pernyataan Jokowi setelah menjajal Sirkuit Mandalika di Lombok, NTB yang dihimpun Liputan6.com:

1. Banyak Tikungan Tajam

Menurut dia, tikungan tersebut bagi pembalap mobil maupun motor mungkin terasa tak sulit. Namun, Jokowi mengakui kesulitan saat melintasi 17 tikungan di Sirkuit Mandalika ini.

"Saya kira banyak tikungan yang tajam sekali. Di sini kan ada 17 titik tikungan yang saya kira semuanya sulit untuk saya. Kalau untuk pembalap mungkin enggak ada masalah, tapi untuk saya sangat sulit," kata Jokowi saat ditanya soal trek khusus di Sirkuit Mandalika, dikutip dari siaran pers, Jumat.

Dia pun tidak berani untuk memacu sepeda motornya kencang-kencang. Hal itu dikarenakan kondisi lintasan yang basah akibat diguyur hujan.

2. Tidak Berani Ngebut

Saat menjajal lintasan sirkuit, Jokowi mengaku tidak berani memacu sepeda motornya kencang-kencang. Hal itu dikarenakan kondisi lintasan Sirkuit Mandalika yang basah usai diguyur hujan.

"Ini kan Sirkuit Mandalika ini kan sirkuit baru dan tadi kan juga baru saja hujan, jadi saya enggak berani ngebut. Meskipun enggak ngebut, saya kira yang lain-lain jauh tertinggal," ujar Jokowi kepada awak media usai meresmikan Sirkuit Mandalika, Jumat.

Saat menjajal Sirkuit Mandalika, Jokowi terlihat mengenakan jaket hitam lengkap dengan helm warna senada. Jokowi menjajal aspal mulus sirkuit yang memiliki panjang 4,3 kilometer itu bersama sejumlah menteri dan pejabat lain yang juga menumpangi sepeda motor masing-masing.

3. Siap Digunakan untuk Ajang Kelas Dunia

Presiden Joko Widodo menyampaikan sirkuit dengan panjang 4,3 kilometer yang dimiliki Sirkuit Mandalika siap menggelar ajang-ajang kelas dunia.

"Sirkuit Mandalika dengan panjang sirkuit 4,3 kilometer, dengan teknologi aspal terbaru, stone mastic asphalt (SMA), juga telah selesai dibangun dan siap untuk digunakan. Semuanya siap digunakan untuk mendukung penyelenggaraan event-event kelas dunia di Kawasan Mandalika," kata Jokowi dikutip dari siaran pers, Jumat (12/11/2021).

Menurut dia, kawasan Mandalika akan dipakai untuk penyelenggaraan World Superbike 2021 pada 19-21 November 2021. Kemudian, ada pegelaran MotoGP pada Maret 2022 yang rencananya akan menggunakan Sirkuit Mandalika.

Dia juga mengingatkan agar pelaksanaan ajang-ajang internasional di Sirkuit Mandalika tetap memerhatikan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus corona.

"Sekali lagi, protokol kesehatan ketat dan saya sudah memerintahkan untuk juga didampingi oleh Satgas sehingga tata kelola setiap event itu terus dijaga protokol kesehatannya," kata Jokowi.

Muhammad Fikram Hakim Suldai

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel