Kata Kevin de Bruyne Usai Dijadikan ManCity Mesin Penghancur Chelsea

Robbi Yanto
·Bacaan 1 menit

VIVAManchester City mengamuk di Stamford Bridge, menggulung tuan rumah Chelsea 3-1 dalam laga lanjutan Premier League, Minggu 3 Januari 2020.

Ada pemandangan berbeda di kubu ManCity pada laga itu. Manajer The Citizens, Pep Guardiola menempatkan Kevin de Bruyne sebagai mesin penghancur Chelsea.

Kevin de Bruyne yang biasanya berposisi sebagai gelandang pada laga tersebut dijadikan striker. Strategi itu terbilang tepat, pasalnya pemain internasional Belgia itu mencetak satu gol dan satu assist.

De Bruyne awalnya berkontribusi dalam gol kedua ManCity yang dicetak Phil Foden. Sebelum akhirnya dia mencetak gol ketiga City pada menit ke-33. Sedangkan gol hiburan tim tuan rumah dicetak Callum Hudson-Odoi.

Menanggapi posisi barunya sebagai penyerang, De Bruyne mengaku sempat merasa aneh. Pasalnya, dia menyadari banyak striker haus gol dalam timnya. Tapi, dia tak mau menyia-nyiakan kepercayaan Guardiola dengan memberikan yang terbaik.

"Sedikit aneh di awal, aku sih sudah beberapa kali memainkannya di dalam karierku. Sudah jelas kami memiliki banyak pemain depan yang absen dan pelatih memintaku melakukan pekerjaan ini. Jadi aku mencoba melakukan yang terbaik untuk mengerjakannya sebaik mungkin," kata De Bruyne, dikutip Sky Sports.

"Saya memainkan peran yang sedikit berbeda pada hari ini. Namun setelahnya kami bermain dengan sangat baik. Ketika kami memaksimalkan peluang-peluang kami di waktu yang tepat dan secara defensif kami solid selama 90 menit. Sayang sekali kami kemasukan di menit akhir," sambungnya.

Rampasan tiga poin di markas Chelsea membuat City perlahan menjajaki habitat mereka di papan atas. City kini peringkat lima dengan poin 29 dari 15 laga.