Kata KPU soal Isu Pemilu 2024 Bakal Diundur

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Komisi Pemilihan Umum (KPU) membantah informasi yang menyebutkan pemilu akan ditunda dari tahun 2024 ke 2027. Komisioner KPU RI, I Dewa Raka Sandi menyatakan berdasar kesepakatan tim kerja bersama, pemilu tetap diselenggarakan pada tahun 2024.

Kesepakatan itu sesuai UU Nomor 7 Tahun 2017 dan UU 10 Tahun 2016. Pemilu direncanakan pada tanggal 21 Februari 2024 dan Pemilihan Kepala Daerah pada tanggal 27 November 2024.

Berdasarkan aturan, pemilu hanya bisa ditunda lewat perubahan UU atau peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perpu) untuk merevisi UU UU Nomor 7 Tahun 2017.

Sementara Dewa menjelaskan awal mula informasi penundaan pemilu muncul. Yakni pada Juni 2020 saat ada wacana revisi UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan.

“Namun, Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Ilham Saputra selaku narasumber yang diambil kutipan untuk berita telah menyampaikan klarifikasi kepada media massa bahwa pemilu sesuai UU Nomor 7 Tahun 2017 diselenggarakan pada tahun 2024,” katanya.

Pemilu Dilakukan 2024

KPU menyatakan, penyelengarakan Pemilu dan Pemilihan taat dan patuh pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, dalam hal ini Pasal 167 ayat (1) UU Nomor 7 Tahun 2017 dan Pasal 201 ayat (8) UU Nomor 10 Tahun 2016.

“Yang pada prinsipnya mengatur bahwa pemilu akan diselenggarakan pada tahun 2024,” jelasnya.

Adapun kewenangan dalam hal pembentukan dan perubahan UU adalah DPR bersama Pemerintah.

“KPU selaku penyelenggara Pemilu fokus pada tugas, wewenang dan kewajibannya sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Atau sebatas memberikan masukan dan pengalaman menjalankan Pemilu dan Pemilihan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) selaku perwakilan Pemerintah dan DPR selaku perwakilan legislatif,” terangnya.

Menurut Komisioner KPU RI Hasyim Asyari jika pemilu dan pilkada terpaksa harus ditunda lebih baik melalui perppu.

“Sebaiknya dibahas bersama DPR dan Presiden,” kata Hasyim saat dikonfirmasi, Rabu (18/8/2021).

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel