Kata Mahfud Md soal Kementerian Agama Hadiah untuk NU

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang menyebut bahwa Kementerian Agama (Kemenag) merupakan hadiah negara bagi Nahdlatul Ulama (NU) banyak menuai komentar. Kendati Yaqut telah mengklarifikasi pernyataannya itu karena berada dalam forum internal keluarga besar NU dengan maksud memotivasi para santri dan pesantren.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md turut merespons hal itu. Menurut Mahfud, dalam buku The Struggle of Islam in Modern Indonesia karya BJ Boland, kehadiran Kemenag di tubuh negara merupakan kompensasi bagi umat Islam yang dengan rela menerima Pancasila.

"Di buku yang berasal dari disertasi BJ Boland berjudul "The Struggle of Islam in Modern Indonesia" ini ada penjelasan bahwa atas kesediaan berkorban "Kelompok Islam" di PPKI pada tahun 1945 menerima Pancasila, maka ada kompensasi pembentukan Kementerian Agama dan sebuah Universitas Islam," tulis Mahfud dalam akun Twitter pribadinya, Senin (25/102/2021).

Sementara itu, Yaqut mengatakan bahwa pernyataannya itu guna membakar semangat serta memberikan motivasi dalam sebuah forum internal. Dia mengaku, pernyataan itu diharapkan tidak sampai keluar ke publik demi menghindari perdebatan.

"Itu saya sampaikan di forum internal. Intinya, sebatas memberi semangat kepada para santri dan pondok pesantren. Ibarat obrolan pasangan suami-istri, dunia ini milik kita berdua, yang lain cuma ngekos, karena itu disampaikan secara internal," kata Menag Yaqut Cholil Qoumas di Solo, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima, Senin (25/10/2021).

Dia menilai, membakar semangat itu wajar dan memberikan motivasi adalah hal yang wajar dalam sebuah forum internal. Yaqut mengaku, pernyataan itu diharapkan tidak sampai keluar ke publik demi menghindari perdebatan.

"Itu forum internal, konteksnya untuk menyemangati, lalu digoreng ke publik," sambung Yaqut.

Pernyataan Lengkap Menteri Agama Yaqut soal Sejarah Kemenag Hadiah Negara untuk NU

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. (Dok Kemenag)
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. (Dok Kemenag)

"Ini ada perdebatan yang berkembang menjadi sejarah asal usul Kementerian Agama, ada yang bilang salah satu staf, lho Kementerian Agama itu hadiah negara untuk umat Islam, karena waktu itu perdebatannya bergeser bahwa Kementerian Agama ini harus menjadi kementerian semua agama, melindungi semua umat beragama. Ada yang tidak setuju, kementerian ini harus kementerian agama Islam karena Kementerian Agama itu adalah hadiah negara untuk umat Islam.

Saya bantah, Bukan! Kementerian Agama itu hadiah negara untuk NU, bukan untuk umat Islam secara umum tapi spesifik untuk NU, jadi wajar kalau sekarang NU memanfaatkan banyak peluang yang ada di Kementerian Agama, memang hadiahnya untuk NU, kenapa begitu? Kementerian Agama itu muncul karena pencoretan 7 kata dalam piagam Jakartadan yang mengusulkan itu juru damai atas pencoretan itu oasisnya NU, kemudian lahir Kementerian Agama.

Jadi wajar sekarang kalau sekarang kita minta Dirjen Pesantren dan banyak mengafirmasi pesantren dan santri NU, saya kira wajar saja tidak ada yang salah.

Yang besar itu selalu cenderung melindungi uang lemah dan kecil, NU dimana-mana ingin melindungi yang kecil. Jadi kalau sekarang Kementerian Agama menjadi kementerian yang menjadi kementerian semua agama, itu bukan menghilangkan NU tapi justru menegaskan NU yang terkenal paling toleran dan moderat.

Saya kira tidak ada yang salah, ini background pikiran kami yang hampir seragam. Jadi mari manfaatkan untuk kebaikan dan mampu persiapkan masa depan santri kita memenangkan pertempuran di masa depan."

Jusuf Kalla Sebut Kementerian Agama Bukan Hadiah: Itu Adalah Keharusan

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla atau JK mengatakan, keberadaan Kementerian Agama bukanlah sebuah hadiah namun merupakan keharusan mengingat negara Indonesia berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Hal ini disampaikannya merespon pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menyatakan bahwa Kementerian Agama merupakan hadiah negara khusus untuk Nahdatul Ulama (NU).

"Itu bukan hadiah. Itu adalah keharusan karena kita negeri ini berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa," kata JK melalui keterangan tertulisnya, Senin (25/10/2021).

Pria yang menjabat sebagai wakil presiden ke-10 dan ke-12 ini, menegaskan, agama penting untuk dilindungi. Karenanya, bukan hanya NU namun semua golongan melalui kementerian agama.

"Jadi bukan hanya NU tapi semua agama dan semua organisasi keagamaan itu yang dinaungi pemerintah lewat Kementerian Agama," kata JK.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel