Kata Mereka tentang Lipatan di Lembaran Buku

·Bacaan 2 menit

VIVA – Lembar demi lembar dibuka untuk menelusuri berbagai cerita atau guna mencari pengetahuan yang baru. Lembar tersebut umumnya terbuat dari bahan baku kayu.

Kayu-kayu yang dipergunakan adalah kayu yang memiliki kandungan serat yang banyak dan sebagian memiliki sedikit kandungan air. Ya, lembar-lembar itu adalah suatu benda yang biasa kita kenal dengan buku. Tepat pada 17 Mei, Indonesia memperingati apa yang dinamakan Hari Buku Nasional.

Dilansir dari Kemdikbud RI, 17 Mei 1980 pemerintah telah mendirikan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Alhasil, momen tersebut ikut menjadi dasar penetapan Hari Buku Nasional. Tak hanya itu, penetapan Hari Buku Nasional juga merupakan buah pemikiran Abdul Malik Fadjar, seorang Menteri Pendidikan dari Kabinet Gotong Royong periode 2001-2004.

Perayaan Hari Buku Nasional pun sudah dilakukan sejak 2002. Latar belakang dari peringatan ini adalah kondisi perbukuan dan minat baca di Indonesia yang memprihatinkan.

Berdasarkan survei dari Program for International Student Assessment (PISA) pada 2019, Indonesia menempati rangking ke 62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada di 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah.

Meskipun begitu, masih ada orang yang gemar membaca buku, bahkan menyayangi buku selayaknya makhluk hidup. Mereka yang gemar membaca buku juga selalu menjaga buku mereka agar tetap bagus seperti saat pertama dibeli.

Biasanya saat membaca buku, beberapa orang akan melipat lembaran terakhir yang sudah dibaca. Hal itu berguna untuk menunjukkan halaman terakhir yang dibaca. Namun, ada beberapa orang yang justru membenci hal itu. Mereka lebih memilih untuk memakai alat khusus, yaitu pembatas buku untuk menandai halaman terakhir dari buku yang sedang dibaca.

“Gak suka aja liatnya kan bisa pake pembatas buku yang udah dikasih atau sticky notes,” ujar Nadira dengan nada sedikit kesal.

Nadira, seorang mahasiswa yang gemar membaca buku adalah sosok yang sangat menjaga kerapian bukunya. Melipat lembaran buku adalah hal yang ia hindari. Nadira justru heran dengan orang yang dengan mudah melipat lembaran buku hanya untuk menandai halaman terakhir yang sudah dibaca.

Sama seperti Nadira, Zaki juga merasakan hal yang sama. Ia merasa melipat lembaran buku adalah hal yang disayangkan. Menurutnya, memakai pembatas buku atau cukup mengingat halaman terakhir buku yang sedang dibaca adalah solusi yang baik.

“Mungkin sepele sih cuman masalah lipatan di kertas, tapi sebenarnya kan bisa dicari solusi biar lebih rapi juga,” imbuh Zaki.

Ternyata, hal yang selama ini dianggap remeh oleh beberapa orang, menjadi hal yang cukup penting untuk beberapa orang lainnya. Cintai buku, bacalah buku seakan mereka adalah bagian dari hari-harimu. Selamat Hari Buku Nasional 2021!

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel