Kata Orangtua Siswa soal PTM 100 Persen

·Bacaan 1 menit
Guru mengajar saat uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SMAN 1 Kota Tangerang, Banten, Senin (6/9/2021). Dinas Pendidikan Provinsi Banten uji coba PTM di SMA di Kota Tangerang secara terbatas dengan sistem bergiliran dan menerapkan protokol kesehatan ketat. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Pembelajaran tatap muka atau PTM penuh yang telah serentak digelar secara nasional menuai beragam komentar para orangtua murid.

Salah satunya bernama Ari. Dia mengatakan, ada rasa khawatir saat mengizinkan anak laki-lakinya yang duduk di bangku kelas VII melangsungkan PTM hari ini.

"Khawatir pasti ada, karena kan masih pandemi juga, makanya saya jemput tadi pagi juga mengantar," kata dia Kepada Liputan6.com di SMPN 182 Jakarta, Pancoran, Senin (3/1/2022).

Meski khawatir, dirinya mengungkap, tidak ada paksaan dari pihak sekolah terhadap sang anak untuk mengikuti pembelajaran tatap muka. Ari mengaku secara total mendukung apa yang terbaik untuk sang anak.

"Intinya saya mendukung PTM. Walau mending online, soalnya tidak usah kemana-mana, asal tugas selesai," urai Ari lagi.

PTM Membuat Anak Gembira Belajar

Komentar berlainan datang dari Nani. Dia lebih memilih anaknya untuk mengikuti PTM, mengingat, selama pandemi dirinya harus lebih bekerja ekstra mengawal ketiganya anaknya yang duduk di bangku SD, SMP dan SMA.

"Saya lebih pilih PTM, anak saya soalnya tiga," jelas Nani.

Meski lebih condong PTM, Nani mengaku masih ada kekhawatiran sang anak tertular Covid-19. Tetapi, dengan penerapan prokes ketat selama PTM dan vaksinasi yang sudah dijalani sang anak, dia yakin PTM akan membuat anaknya lebih gembira belajar.

"Anak-anak saya merasa happy masuk sekolah hari ini, semoga ini langkah yang baik," Nani menandasi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel