Kata Pakar Soal Suplemen Herbal untuk Tingkatkan Imunitas Tubuh Selama Pandemi COVID-19

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Imunitas tubuh yang kuat juga menjadi senjata dalam melawan Virus Corona penyebab COVID-19, selain mematuhi protokol kesehatan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas).

Cara agar tubuh memiliki 'kekuatan' menghadang masuknya Virus Corona, bisa dengan mengonsumsi makanan bergizi, berjemur, berolahraga secara teratur, hingga mengonsumsi suplemen berbahan alami atau herbal.

Namun, dalam memilih suplemen berbahan herbal, Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (Peralmuni), Prof dr Iris Rengganis mengimbau masyarakat untuk 'tak asal' beli.

Merujuk Buku Pedoman Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) mengenai Obat Tradisional untuk Memelihara Daya Tahan Tubuh, masyarakat diimbau berhati-hati dalam memilih obat-obatan berbahan herbal.

BPOM di dalam buku tersebut menegaskan bahwa suplemen maupun obat tradisional berbahan herbal dapat dinyatakan berkhasiat dan efektif meningkatkan daya tahan tubuh jika sudah melalui penelitian ilmiah, antara lain uji klinis.

Prof Iris menyebut bahwa salah satu suplemen berbahan alami yang berguna meningkatkan imunitas tubuh, serta telah teruji klinis adalah suplemen yang mengandung Echinacea Pupurea.

Echinace Purpurea memiliki manfaat sebagai immunomodulator, yang dapat mengatur kerja sistem imun tubuh. Berdasarkan mekanisme kerjanya, Echinace Purpurea dapat digunakan untuk percegahan penyakit infeksi, salah satunya infeksi pada saluran pernafasan atas dan bawah," kata Iris dikutip dari keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Sabtu, 13 Februari 2021.

Peralmuni dalam diskusi untuk membahas khasiat Echinacea Purpurea pada 12 September 2020, menyimpulkan, Echinacea merupakan jenis tumbuhan herbal yang umum diteliti penggunaannya dalam berbagai kasus infeksi saluran napas dan common cold (flu)

Echinacea disebut memiliki berbagai komponen zat aktif yang dianggap berperan sebagai imunomodulator, antara lain alkamide, ketoalkana, turunan asam cafeic, polisakarida, dan glikoprotein.

Kesimpulan lainnya adalah sebagai imunomodulator. Echinacea dapat berperan sebagai imunostimulan maupun imunosupresan, bergantung pada kondisi sistem imun tubuh. Bahkan, dalam studi in-vitro lainnya, didapatkan bahwa pemberian Echinacea menghambat beberapa jenis virus, seperti virus influenza A dan B, virus parainfluenza, dan respiratory syncytial virus (RSV) melalui mekanisme interaksi langsung dengan partikel virus serta protein pembungkus virus.

Dan, berdasarkan data dari berbagai studi klinis yang ada, Echinacea purpurea dapat diberikan sebagai salah satu langkah preventif maupun terapi komplementer pada awal penyakit selama pandemi COVID-19 guna menjaga imunitas tubuh.

Dosis pemberian mengikuti anjuran BPOM RI, yaitu tiga kali sehari untuk sediaan 250 mg, atau sekali sehari untuk sediaan 1000 mg.

PDPI Singgung Penggunaan Echinace Purpurea untuk Tingkatkan Imunitas

Ilustrasi suplemen kesehatan (iStockphoto)
Ilustrasi suplemen kesehatan (iStockphoto)

Dalam webinar Expert Meeting bertajuk Peranan Echinacea Purpurea di Pandemi COVID-19 yang berlangsung pada 19 September 2020, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyimpulkan bahwa pemberian Echinacea Purpurea berperan sebagai imunomodulator (pengatur sistem kekebalan tubuh) dan membawa komponen sistem imun ke tingkat yang dibutuhkan agar tubuh siap untuk melawan infeksi.

Selain itu, Echinacea purpurea juga tidak menyebabkan terjadinya badai sitokin (cytokine storm).

Pada COVID-19, kandungan satu ini dapat diberikan sebagai modalitas terapi preventif (pencegahan) pada orang sehat, dan terapi adjuvan (pendukung) dalam kasus pasien COVID-19 Orang Tanpa Gejala (OTG) serta gejala ringan.

Dosis Echinacea purpurea yang diberikan sesuai dengan persetujuan BPOM RI, sebesar 1000mg sekali sehari, selama delapan minggu atau sampai hasil swab test dinyatakan negatif.

Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Umum Persahabatan, Dr Erlina Burhan, mengatakan, saat ini sebesar 80 persen pasien COVID-19 di Indonesia tercatat OTG dan pasien bergejala ringan. Sebanyak 20 persen lagi adalah pasien yang bergejala sedang dan berat.

Oleh sebab itu, kata Erlina, penting melakukan perlindungan diri dengan tetap memelihara dan meningkatkan imunitas tubuh, antara lain dengan mengonsumsi suplemen atau vitamin yang mengandung Echinacea Purpurea.

Suplemen Herbal

Ilustrasi suplemen kesehatan (iStockphoto)
Ilustrasi suplemen kesehatan (iStockphoto)

Salah satu suplemen yang memiliki kandungan Echinacea Pupurea adalah Imboost. Direktur PT SOHO Industri Pharmasi dan Vice President Research & Development, Regulatory and Medical Affairs SOHO Global Health Tbk, DR Raphael Aswin Susilo Widodo ST MSi, Imboost merupakan produk immunomodulator yang bekerja memodulasi atau mengatur sistem imun tetap pada tingkat yang optimal. Imboost mengandung Echinacea Pupurea extract dan zinc picolinate.

“Selain itu, terdapat juga Imboost Force yang mempunyai kekuatan lebih dalam immunomodulator, karena terdapat tambahan kandungan Blackelderberry extract yang dapat membantu menghambat replikasi virus serta menstimulasi peningkatan sistem daya tahan tubuh dengan cara meningkatkan produksi monosit, yaitu bagian darah putih yang berperan dalam sistem daya tahan tubuh, sehingga akan mempercepat proses penyembuhan bagi orang yang sudah sakit karena terinfeksi virus,” katanya.

Lebih jauh dia menegaskan bahwa perusahaannya senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan kesehatan manusia dengan memanfaatkan kekayaan alam dari tanaman asli Indonesia.

“Kami berusaha untuk membuat perbedaan positif bagi masyarakat, karena kami sangat serius dalam mengembangkan setiap bagian dari rantai nilai, dimulai dari mana kami mendapatkan bahan baku berkualitas tinggi perkebunan,” katanya.

Simak Video Berikut Ini